Media Kampung – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan signifikan sebesar 1,28 persen pada perdagangan sesi kedua hari Rabu, 23 September 2026, setelah Bank Indonesia (BI) mengumumkan keputusan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen.
Kenaikan IHSG ini terlihat jelas dengan penguatan 80,518 poin menuju level 6.357, setelah sebelumnya pada sesi pertama naik 40,42 poin atau 0,64 persen ke level 6.317,46. Keputusan BI ini memberikan sinyal stabilitas pasar di tengah ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh konflik di Timur Tengah.
Keputusan Bank Indonesia Menahan Suku Bunga
Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 22 dan 23 September 2026 menetapkan untuk mempertahankan BI Rate atau suku bunga acuan sebesar 5,75 persen. Selain itu, suku bunga fasilitas deposito juga tetap di angka 4,75 persen, dan suku bunga fasilitas pinjaman (lending facility) sebesar 6,5 persen.
Gubernur BI, Destry Damayanti, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tetap kuat di tengah gejolak global yang tinggi akibat perang di wilayah Timur Tengah. Kebijakan ini juga bertujuan untuk memastikan kondisi moneter yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Konteks dan Dampak Keputusan terhadap Pasar Modal
Penahanan suku bunga acuan oleh BI memberikan sinyal positif bagi investor pasar modal Indonesia. Stabilitas suku bunga yang terjaga membuat sentimen pasar menjadi lebih optimis, tercermin dari penguatan IHSG yang cukup signifikan pada hari ini.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pelaku pasar menilai langkah BI sebagai upaya tepat dalam mengantisipasi risiko eksternal sekaligus menjaga daya beli rupiah. Dengan nilai tukar yang stabil, risiko volatilitas pasar saham dapat diminimalisasi, sehingga mendukung kelancaran aktivitas investasi di bursa.
Perkembangan Global dan Pengaruhnya pada Ekonomi Indonesia
Konflik Timur Tengah yang masih berlangsung menyebabkan ketidakpastian pasar keuangan global. Harga komoditas dan mata uang banyak mengalami fluktuasi yang berpotensi memengaruhi perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, kebijakan moneter yang berhati-hati dari BI penting untuk menahan dampak negatif tersebut.
Bank Indonesia terus memantau perkembangan global dan domestik untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya yang sesuai dengan kondisi ekonomi dan stabilitas pasar keuangan.
Kesempatan bagi Investor
Kenaikan IHSG setelah pengumuman BI memberikan peluang bagi investor untuk mempertimbangkan kembali strategi portofolio mereka. Stabilitas suku bunga dan nilai tukar yang terjaga menjadi faktor pendukung dalam pengambilan keputusan investasi jangka menengah hingga panjang.
Investor disarankan untuk selalu memperhatikan perkembangan kebijakan moneter dan kondisi ekonomi global yang dapat memengaruhi pergerakan pasar modal domestik.















Tinggalkan Balasan