Media KampungAjax mengalami hasil imbang 2-2 melawan Excelsior di kandang sendiri, sementara PSV juga kehilangan poin penting dalam pertandingan yang menegangkan. Di tengah sorotan performa tim, wasit Pol van Boekel menjadi pusat perhatian setelah keputusan kontroversial dalam laga antara Ajax dan PSV yang memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk dampak pada keluarganya.

Dalam pertandingan yang berlangsung pada 5 September, pelanggaran keras dari Van Bommel terhadap bek Ajax, Bouwman, menyebabkan cedera serius seperti memar tulang dada dan paru-paru yang memaksa Bouwman absen hingga setidaknya Oktober. Wasit Sander van der Eijk hanya memberikan kartu kuning, dan VAR yang dikendalikan oleh Pol van Boekel memutuskan untuk tidak mengintervensi. Van Boekel kemudian menjelaskan bahwa keputusannya berdasarkan analisis kriteria yang berlaku dan tidak menyesal meskipun mendapat kritik keras, bahkan sampai anak perempuannya yang berusia 15 dan 18 tahun mendapat perlakuan tidak menyenangkan.

Baca juga:

Selain kontroversi wasit, performa Ajax juga mendapat sorotan. Analis Kenneth Perez menilai ‘hype’ positif terhadap Ajax dan khususnya pemain Julian Brandt terlalu berlebihan. Meski Ajax menunjukkan kemajuan dan dominasi bola, hasil akhir dan poin yang hilang membuat penilaian terhadap tim harus tetap realistis. Perez menyoroti masalah kualitas di lini pertahanan yang berulang kali melakukan kesalahan, berbeda dengan pandangan El Ahmadi yang menilai ada perbaikan signifikan dari musim sebelumnya.

Dari sisi performa individu, penyerang muda Ajax, Tolu Arokodare, kembali menunjukkan pengaruh besar meski masuk sebagai pemain pengganti. Dalam laga melawan Excelsior, Arokodare hanya butuh dua menit untuk mencetak gol penyeimbang yang memberikan harapan bagi tim. Arokodare telah mencatatkan enam gol dan dua assist dalam sembilan penampilan musim ini, menunjukkan adaptasi cepat dan memberikan dimensi baru dalam serangan Ajax berkat kekuatan dan kemampuannya menghadapi bola udara.

Baca juga:

Namun, hasil pertandingan tetap kurang memuaskan. Data menunjukkan Ajax mendominasi dengan 33 tembakan berbanding 4 dari Excelsior dan penguasaan bola mencapai 80%, tetapi tidak mampu mengamankan tiga poin penuh. Kondisi serupa juga dialami PSV yang kalah 2-3 dari FC Twente setelah sempat memimpin. Analis Robert Maaskant dan data analis Bart Frouws menyoroti masalah konsistensi dan pertahanan yang menjadi titik lemah kedua tim besar tersebut.

Sementara itu, Feyenoord tampil gemilang dengan kemenangan besar 5-0 atas FC Utrecht, memperlihatkan perbedaan kualitas dan kesiapan tim di puncak klasemen. Hal ini menambah dinamika persaingan di Liga Eredivisie musim ini yang masih sangat terbuka.

Baca juga:

Keseluruhan perkembangan ini mencerminkan betapa kompetitifnya Liga Belanda musim ini, dengan Ajax dan PSV harus segera memperbaiki performa dan menghadapi tekanan, baik dari hasil pertandingan maupun sorotan publik terhadap keputusan wasit yang kontroversial.