Media Kampung, Makassar – PSM Makassar menghadapi awal musim yang penuh tantangan dengan catatan tiga laga tanpa kemenangan di kompetisi Super League 2026/2027. Kekecewaan suporter tercermin dari kritik yang tajam terhadap performa tim, terutama pada aspek pertahanan dan mental bertanding para pemain.
Dalam tiga pertandingan pembuka, PSM berhasil mencetak enam gol, namun lini pertahanan yang rapuh kebobolan delapan gol menjadi titik lemah utama yang menghambat perolehan poin maksimal. Hal ini memicu berbagai reaksi dari pendukung setia, termasuk Laskar Ayam Jantan Parepare yang dipimpin Muhammad Ishak, serta Menlu The Maczman, Firdaus. Keduanya menyoroti kurangnya daya juang dan ketidakharmonisan permainan akibat banyaknya pemain baru dalam skuad.
Ketua Laskar Ayam Jantan Parepare, Muhammad Ishak, menegaskan bahwa kondisi ini merupakan sinyal buruk di awal musim. Ia juga menyatakan bahwa absennya dukungan suporter di tribun turut memengaruhi performa tim. Ishak mendesak manajemen dan tim kepelatihan untuk melakukan evaluasi menyeluruh selama jeda FIFA Matchday, memastikan perbaikan sebelum laga kandang berikutnya melawan Persebaya.
Di pertandingan pekan ke-30 Super League 2025/2026, PSM Makassar juga mengalami kekalahan 0-2 di markas Bali United. Kondisi semakin sulit setelah kapten tim, Yuran Fernandes, harus menerima kartu merah pada menit kelima, memaksa tim bermain dengan sepuluh pemain. Bali United memanfaatkan situasi tersebut dengan mencetak dua gol melalui Diego Campos dan Irfan Jaya, sehingga menambah tekanan terhadap performa PSM.
Sebelumnya, PSM Makassar juga harus puas berbagi poin dengan Persis Solo dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, dengan skor akhir 1-1. Gol dari Yuran Fernandes berhasil membuka keunggulan, namun Persis Solo berhasil menyamakan kedudukan melalui Roman Paparyha pada babak kedua. Hasil ini menempatkan PSM di posisi ke-13 klasemen sementara, menunjukkan perlunya peningkatan konsistensi permainan.
Respons suporter di media sosial juga menyoroti lemahnya lini pertahanan sebagai faktor utama kegagalan meraih kemenangan. Mereka mendesak pelatih Darije Kalezic untuk melakukan perombakan susunan pemain di barisan belakang dan memperbaiki kondisi fisik pemain yang dianggap cepat terkuras saat pertandingan berlangsung.
Dengan tekanan yang semakin besar, PSM Makassar diharapkan dapat memanfaatkan jeda kompetisi untuk evaluasi dan perbaikan guna mengembalikan performa terbaik. Dukungan penuh dari suporter di laga kandang berikutnya juga dianggap krusial untuk membangkitkan semangat tim.













Tinggalkan Balasan