Media Kampung – 08 April 2026 | Survei Indikator yang dirilis hari ini mengungkap 85,3 persen pemudik menyatakan kepuasan terhadap layanan mudik Lebaran 2026.

Angka ini menandai peningkatan signifikan dibandingkan survei serupa tahun sebelumnya, yang mencatat kepuasan di bawah 80 persen.

Metode survei melibatkan wawancara langsung dengan ribuan perjalanan mudik di berbagai titik persimpangan utama, termasuk pelabuhan, terminal bus, dan stasiun kereta.

Responden dipilih secara acak dan diminta menilai aspek keamanan, ketepatan jadwal, serta kenyamanan fasilitas transportasi yang mereka gunakan.

Hasil menunjukkan mayoritas menilai keamanan perjalanan tetap terjaga, meski masih ada keluhan terkait kepadatan di beberapa rute populer.

“Kami merasa lebih tenang karena adanya peningkatan patroli keamanan dan protokol kesehatan yang konsisten,” ujar salah satu pemudik yang berusia 38 tahun dari Surabaya.

Penyedia layanan transportasi, termasuk kereta api dan bus antarkota, melaporkan penyesuaian jadwal dan penambahan armada sejak awal tahun.

Pemerintah Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa peningkatan armada dan optimalisasi rute menjadi prioritas utama dalam rangka mengurangi waktu tunggu.

Selain itu, sistem tiket elektronik yang terintegrasi diharapkan mempercepat proses boarding serta meminimalisir antrian panjang di stasiun.

Data survei juga menyoroti bahwa 72 persen pemudik menilai harga tiket tetap wajar dibandingkan dengan layanan yang diberikan.

Beberapa responden mengkritik tarif tambahan pada layanan premium, namun mayoritas menilai manfaat tambahan sebanding dengan biaya.

Pihak penyelenggara mudik menegaskan bahwa kebijakan tarif masih berpedoman pada standar nasional dan penyesuaian inflasi.

Di sisi lain, kepuasan terhadap fasilitas kebersihan dan sanitasi di area transit menunjukkan perbaikan, dengan 68 persen responden memberi nilai positif.

Upaya pembersihan intensif dan penyediaan hand sanitizer menjadi bagian dari program kebersihan yang dicanangkan sejak pandemi.

Namun, survei mencatat masih ada keluhan tentang kurangnya fasilitas parkir di terminal tertentu, yang dapat mempengaruhi kenyamanan perjalanan.

Pemerintah daerah setempat berjanji meningkatkan infrastruktur parkir serta memperluas area penampungan kendaraan sementara.

Secara keseluruhan, indikator kepuasan ini memberikan sinyal positif bagi keberlangsungan mudik Lebaran 2026, yang diproyeksikan melibatkan lebih dari 100 juta orang.

Analis transportasi menilai bahwa tingkat kepuasan di atas 80 persen dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap kebijakan mobilitas nasional.

“Jika rasa aman dan kenyamanan terus terjaga, masyarakat akan lebih memilih transportasi publik daripada kendaraan pribadi,” kata seorang pakar kebijakan transportasi.

Pemerintah berkomitmen melanjutkan evaluasi berkelanjutan, termasuk survei lanjutan setelah puncak mudik, untuk menyesuaikan strategi ke depan.

Dengan tingkat kepuasan mencapai 85,3 persen, penyelenggaraan mudik Lebaran 2026 menunjukkan perbaikan signifikan, namun tetap memerlukan penyempurnaan pada aspek infrastruktur dan layanan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.