Media Kampung – 31 Maret 2026 | Jefri Caliak, seorang warga Sumatra Barat, memutuskan menempuh mudik ke Bogor menggunakan becak berwarna tradisional. Becak tersebut dihiasi dengan bungkus kopi Kapal Api yang dirangkai menyerupai rumah adat Padang, sehingga menarik perhatian publik dan mendapat hadiah istimewa dari produsen kopi itu.

Perjalanan dimulai dari kota Padang dan melintasi beberapa provinsi, termasuk Jawa Barat, sebelum tiba di Bogor setelah lebih dari dua minggu menempuh jarak lebih dari seribu kilometer. Sepanjang rute, Jefri dan keluarganya mengandalkan bantuan penduduk setempat serta fasilitas umum seperti masjid untuk beristirahat.

Motivasi Jefri adalah menghidupkan kembali nilai mudik sebagai momen refleksi dan kebersamaan keluarga, selaras dengan konsep slow travel yang menekankan pengalaman daripada kecepatan. Ia percaya bahwa menurunkan laju perjalanan memberi ruang untuk mengamati budaya lokal, berinteraksi dengan masyarakat, serta memperkuat ikatan emosional dengan tanah kelahiran.

Selama perjalanan, Jefri menghadapi tantangan cuaca panas, jalan berbatu, dan keterbatasan persediaan, namun ia tetap melanjutkan dengan dukungan istrinya dan dua anaknya. Setiap sore, mereka beristirahat di halaman masjid yang bersedia memberikan tempat berteduh, menjadikan ibadah sekaligus jeda fisik.

Dalam sebuah wawancara singkat, Jefri menyatakan, "Saya ingin menunjukkan bahwa mudik bukan hanya soal cepat sampai, melainkan tentang proses yang memberi arti bagi keluarga." Istrinya menambahkan, "Perjalanan ini mengajarkan ketabahan pada anak‑anak kami, sekaligus memperlihatkan keindahan Indonesia yang beragam."

Melihat dampak positif kampanye tersebut, Kapal Api mengirimkan paket hadiah khusus berupa mesin kopi portabel dan pasokan biji kopi premium kepada Jefri. Pemberian hadiah tersebut dipublikasikan sebagai bentuk apresiasi perusahaan terhadap inovasi sosial serta upaya mempromosikan budaya kopi daerah.

Fenomena serupa muncul di beberapa wilayah, di mana pemudik memilih bersepeda, berjalan kaki, atau menggunakan transportasi tradisional lainnya untuk menekankan nilai keberlanjutan. Para pakar pariwisata mencatat bahwa tren slow travel selama Lebaran dapat mengurangi tekanan pada infrastruktur transportasi sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan.

Rekaman video Jefri yang berkeliling di media sosial mengundang ribuan komentar, menyoroti inspirasi bagi generasi muda yang ingin mengekspresikan identitas budaya lewat cara yang unik. Komunitas lokal di Bogor menyambut kedatangan keluarga Caliak dengan sambutan hangat, memperlihatkan solidaritas tradisional yang menjadi inti mudik.

Dengan selesainya perjalanan, Jefri menegaskan kembali pentingnya melestarikan tradisi mudik yang bersahabat dengan lingkungan dan nilai kebersamaan. Ia berharap kisahnya dapat mendorong lebih banyak orang untuk menjelajahi Indonesia secara perlahan, sambil tetap menghormati akar budaya dan keluarga.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.