Media Kampung – 16 Maret 2026 | Kondisi macet di jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk pada H‑5 menjelang Lebaran memaksa sejumlah pemudik mencari alternatif transportasi. Antrean kendaraan yang menunggu lebih dari 35 km membuat mereka beralih dari bus ke ojek online demi mempercepat kedatangan ke pelabuhan.
Imam, seorang pemudik yang menuju Jember, berangkat pagi dari Denpasar naik bus kecil. Sekitar pukul 10.00 WITA, bus terhenti 35 km dari pelabuhan karena kemacetan. Imam dan temannya turun, lalu menyewa dua ojek online dengan tarif total Rp250.000 untuk menempuh sisa perjalanan.
Siti Fadilah, yang berangkat bersama anaknya ke Lumajang, mengalami hal serupa di daerah Jembrana. Setelah terjebak lama, mereka beralih ke ojek dan membayar Rp200.000 untuk sampai ke Gilimanuk.
Berbeda dengan Ferdi yang menuju Bondowoso, ia memutuskan tetap di travel karena keterbatasan dana. Ferdi berangkat pada malam hari, namun terpaksa menunggu hingga pagi berikutnya karena kemacetan yang berlangsung lebih dari 30 km.
Data Posko Gilimanuk menunjukkan lonjakan arus pemudik pada H‑6 Lebaran 2026. Berikut ringkasan statistik utama:
| Parameter | H‑6 2026 | Perubahan YoY |
|---|---|---|
| Penumpang Bali‑Jawa | 80.416 orang | +33,8 % |
| Trip kapal | 247 | ‑ |
| Sepeda motor | 18.306 unit | +52,7 % |
| Mobil | 5.044 unit | +9,2 % |
| Truk | 1.590 unit | ‑13,4 % |
| Bus | 945 unit | +39 % |
| Total kendaraan | 25.885 unit | +35,4 % |
Windy Andale, Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, menilai peningkatan kendaraan roda dua sebagai indikator bahwa arus mudik sedang memasuki puncaknya menjelang penutupan penyeberangan Hari Raya Nyepi. Secara kumulatif sejak H‑10 hingga H‑6, tercatat 232.640 penumpang menyeberang dari Bali ke Jawa, naik tipis 0,1 % dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara itu, arus balik Jawa‑Bali pada H‑6 berjumlah 26.892 penumpang, turun 1,2 % dari tahun lalu. Total kendaraan yang menyeberang kembali tercatat 4.919 unit, naik 3,9 %.
Situasi ini menegaskan bahwa kemacetan di jalur utama dapat memicu perubahan pola transportasi, terutama bagi pemudik yang mengutamakan kecepatan hingga bersedia mengeluarkan biaya tambahan untuk ojek online.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.








