Media Kampung – 05 April 2026 | Andre Rosiade, wakil ketua Komisi VI DPR RI, memimpin peresmian menara BTS Telkomsel di desa Kajai, Pariaman, Sumatera Barat. Acara tersebut menandai berakhirnya zona tanpa sinyal (blank spot) di wilayah tersebut.
Menara baru tersebut merupakan bagian dari program pemerintah dan operator seluler untuk memperluas jaringan 4G di daerah terpencil. Pembangunan menara dimulai awal tahun 2024 setelah proses perizinan selesai.
Lokasi menara berada di kawasan Kajai, desa yang sebelumnya hanya mengandalkan sinyal lemah dari menara yang jauh. Penduduk setempat kini dapat menikmati layanan internet cepat dan telepon seluler yang stabil.
Dalam sambutannya, Andre Rosiade menekankan pentingnya konektivitas digital bagi pembangunan ekonomi lokal. Ia menambahkan bahwa akses internet yang memadai mendukung pendidikan, kesehatan, dan usaha mikro di desa.
Perwakilan Telkomsel, Direktur Regional Sumatera Barat, menyampaikan bahwa menara ini akan melayani sekitar 5.000 pelanggan di sekitarnya. Operator berkomitmen menambah kapasitas jaringan secara bertahap sesuai permintaan.
Proses konstruksi menara melibatkan kontraktor lokal, sehingga menciptakan lapangan kerja bagi warga. Selama pembangunan, tenaga kerja lokal terlibat dalam pemasangan antena dan pengujian sistem.
Pengujian awal menunjukkan kecepatan internet mencapai 30 megabit per detik, jauh di atas standar minimum yang ditetapkan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hasil tersebut diharapkan menurunkan tingkat digital divide di kawasan.
Warga desa Kajai, Budi Hartono, mengaku puas dengan layanan baru. “Sekarang saya bisa mengakses video pembelajaran untuk anak-anak tanpa buffering,” katanya.
Pedagang pasar tradisional, Siti Nurhaliza, menambahkan bahwa transaksi digital menjadi lebih mudah. Ia berharap dapat menerima pembayaran non-tunai melalui aplikasi e‑wallet.
Pemerintah Kabupaten Pariaman juga menganggap proyek ini sebagai langkah strategis dalam program Smart Village. Targetnya adalah meningkatkan literasi digital bagi 80% penduduk dalam dua tahun ke depan.
Selain menara BTS, pihak berwenang berencana menambah fasilitas pendukung seperti pusat layanan internet (PUSAT) di balai desa. Pusat tersebut akan menjadi tempat pelatihan penggunaan aplikasi pemerintah.
Implementasi menara sejalan dengan kebijakan nasional 5G yang akan mulai digulirkan pada 2025. Meskipun menara ini masih beroperasi pada frekuensi 4G, infrastruktur dirancang agar kompatibel dengan upgrade ke 5G.
Analisis pasar telekomunikasi menunjukkan peningkatan penetrasi seluler di Sumatera Barat sebesar 12% pada kuartal terakhir. Penambahan menara di Kajai berkontribusi pada tren pertumbuhan tersebut.
Keterlibatan DPR dalam proyek menandakan sinergi antara legislasi dan sektor swasta. Andre Rosiade menegaskan bahwa pemantauan berkelanjutan diperlukan untuk menjaga kualitas layanan.
Pemerintah desa berjanji melakukan pemeliharaan rutin pada menara dan fasilitas pendukung. Rencana anggaran tahunan telah dialokasikan untuk operasional dan perbaikan.
Masyarakat diharapkan melaporkan gangguan layanan melalui hotline Telkomsel atau kanal media sosial resmi. Tanggapan cepat akan memperkuat kepercayaan publik terhadap proyek.
Keberhasilan peresmian ini diharapkan menjadi model bagi desa lain yang masih mengalami kesulitan akses jaringan. Seluruh pemangku kepentingan menilai kolaborasi ini sebagai investasi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.
Dengan menutup zona blank spot, Kajai kini terhubung secara digital, membuka peluang ekonomi baru dan memperkuat partisipasi warga dalam era informasi. Peresmian menara menandai langkah konkret pemerintah dalam mempercepat transformasi digital daerah.
Data statistik Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa tingkat penggunaan internet di desa Pariaman meningkat 20% sejak 2022. Perbaikan infrastruktur jaringan diperkirakan akan mempercepat pertumbuhan tersebut.
Akhirnya, Andre Rosiade mengajak semua pihak untuk terus mendukung program digitalisasi nasional, guna memastikan setiap warga Indonesia memiliki akses informasi yang setara. Upaya bersama ini diharapkan menghasilkan Indonesia yang lebih inklusif dan kompetitif secara global.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan