Media Kampung – 04 April 2026 | Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Perhubungan, Wilan Oktavian, menyatakan bahwa sistem pembayaran tol nontunai tanpa sentuh (MLFF) akan kembali diuji coba di beberapa gerbang tol pada akhir tahun ini.
MLFF merupakan teknologi yang memungkinkan kendaraan melintas tanpa berhenti, dengan sensor yang membaca identitas kendaraan secara otomatis dan memproses pembayaran secara elektronik.
Uji coba sebelumnya dihentikan karena sejumlah kendala teknis, termasuk kegagalan pembacaan data dan integrasi dengan sistem pembayaran yang sudah ada.
Pihak BPJT menargetkan pelaksanaan uji coba ulang pada kuartal ketiga 2026, mencakup gerbang tol di jalur utama Jawa Barat dan Jawa Tengah.
“Kami telah melakukan evaluasi menyeluruh dan memperbaiki perangkat keras serta perangkat lunak, sehingga siap untuk fase pengujian berikutnya,” ujar Wilan Oktavian dalam konferensi pers.
Teknologi MLFF mengandalkan antena microwave, kamera beresolusi tinggi, serta algoritma pengenalan plat nomor untuk memastikan akurasi transaksi.
Jika berhasil, sistem ini diharapkan dapat memotong waktu tunggu di gerbang tol hingga 70 persen dan meningkatkan kepatuhan pembayaran.
Piloting awal yang dilakukan pada 2022‑2023 di tiga gerbang tol menunjukkan potensi pengurangan kemacetan, namun tingkat kegagalan transaksi mencapai 12 persen.
Masalah utama yang diidentifikasi meliputi interferensi sinyal, kompatibilitas kartu elektronik, serta kurangnya sosialisasi kepada pengguna jalan.
Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Perhubungan menyiapkan anggaran tambahan sebesar Rp150 miliar dan membentuk tim lintas sektor yang melibatkan operator tol, penyedia teknologi, dan lembaga regulasi.
Perwakilan Asosiasi Pengusaha Jalan Tol (APJT) menyambut baik keputusan itu, menyatakan kesiapan infrastruktur dan dukungan sumber daya manusia di lapangan.
Negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, dan Australia telah mengimplementasikan sistem serupa dengan hasil positif dalam mengurangi kepadatan lalu lintas.
BPJT menegaskan bahwa setelah fase uji coba ulang selesai, data akan dianalisis secara transparan sebelum memutuskan peluncuran nasional pada 2027.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap teknologi MLFF menjadi tonggak baru dalam modernisasi transportasi jalan tol Indonesia, sekaligus meningkatkan efisiensi ekonomi sektoral.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.








Tinggalkan Balasan