Media Kampung – 04 April 2026 | Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Eddy Soeparno, menyampaikan seruan kepada perguruan tinggi di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan untuk mempercepat transisi energi terbarukan.

Ia menekankan bahwa ketahanan energi menjadi prioritas nasional di tengah fluktuasi harga energi global.

Pencapaian tersebut memerlukan peran aktif institusi akademik dalam riset, pengembangan, dan penyuluhan.

Ia mengajak kampus untuk menjadi pusat inovasi yang menghasilkan teknologi bersih dan efisien.

Soeparno menambahkan, “Kita harus memperkuat ketahanan energi melalui riset dan inovasi di kampus,” menegaskan pentingnya kolaborasi lintas disiplin.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum dialog energi yang dihadiri dosen, mahasiswa, dan perwakilan industri.

Forum tersebut juga membahas hambatan utama, seperti kurangnya dana riset dan fasilitas laboratorium yang memadai.

Ia mengusulkan pembentukan skema pendanaan bersama antara pemerintah, perguruan tinggi, dan sektor swasta.

Skema itu diharapkan dapat menyalurkan hibah penelitian ke proyek energi surya, angin, dan biomassa.

Soeparno menyoroti potensi energi terbarukan Sumatera Utara yang meliputi lahan pertanian luas untuk biomassa dan wilayah pesisir yang cocok untuk tenaga angin lepas pantai.

Ia mengajak mahasiswa teknik untuk mengembangkan prototipe turbin angin yang dapat beroperasi pada kecepatan angin rendah.

Sementara itu, fakultas ekonomi diminta menyusun model bisnis berkelanjutan bagi proyek energi hijau.

Pendekatan interdisipliner ini diharapkan meningkatkan kualitas lulusan yang siap memasuki industri energi bersih.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah meluncurkan program akselerasi energi terbarukan yang melibatkan perguruan tinggi sejak 2022.

Program tersebut mencakup beasiswa, pelatihan teknis, dan akses ke data jaringan listrik nasional.

Soeparno menilai program itu perlu diperluas agar mencakup semua wilayah Indonesia, terutama daerah terpencil.

Ia menekankan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui kurikulum yang mengintegrasikan ilmu energi terbarukan.

Sebagai contoh, UMSU berencana menambah mata kuliah tentang sistem penyimpanan energi dan manajemen jaringan pintar.

Mahasiswa diharapkan dapat melakukan proyek lapangan yang berkontribusi pada pengurangan emisi karbon daerah.

Soeparno juga mengajak lembaga riset nasional untuk berbagi fasilitas laboratorium dengan kampus.

Kerjasama semacam ini dapat mempercepat validasi teknologi dan komersialisasinya.

Dukungan kebijakan, termasuk insentif pajak bagi perusahaan yang berinvestasi di riset kampus, menjadi poin penting dalam percakapan.

Ia mengingatkan bahwa Indonesia masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil, yang menimbulkan risiko ekonomi dan lingkungan.

Transisi energi terbarukan tidak hanya soal teknologi, tetapi juga soal perubahan perilaku konsumen dan industri.

Dengan melibatkan kampus, pemerintah berharap tercipta ekosistem inovasi yang berkelanjutan.

Soeparno menutup dialog dengan harapan bahwa setiap perguruan tinggi dapat menyusun roadmap aksi energi bersih dalam enam bulan ke depan.

Ia menegaskan, “Jika kampus berperan aktif, Indonesia akan lebih cepat mencapai target energi bersih,” menambah optimisme.

Respons positif dari pihak akademik menunjukkan antusiasme tinggi terhadap agenda nasional ini.

Beberapa dosen menyatakan siap mengajukan proposal proyek energi surya untuk kampus mereka.

Mahasiswa teknik elektro UMSU melaporkan telah merancang prototipe panel surya berbahan baku lokal.

Jika berhasil, inovasi tersebut dapat menurunkan biaya instalasi dan meningkatkan akses energi di daerah pedesaan.

Pemerintah daerah Medan juga menyatakan akan mendukung uji coba teknologi tersebut di fasilitas milik pemerintah.

Keseluruhan, seruan Soeparno menandai langkah konkret dalam mengintegrasikan pendidikan tinggi ke agenda energi nasional.

Diharapkan sinergi antara kampus, pemerintah, dan industri akan mempercepat peralihan ke sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.