Media Kampung – 04 April 2026 | Anugerah Lingkungan PROPER 2025 kembali diluncurkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama CNBC Indonesia sebagai penghargaan bagi perusahaan yang menunjukkan komitmen kuat terhadap keberlanjutan.

Acara tersebut digelar di Jakarta pada awal bulan ini dan dihadiri oleh pejabat pemerintah, perwakilan media, serta eksekutif perusahaan terkemuka.

Penghargaan ini menyoroti praktik pengelolaan lingkungan yang inovatif, termasuk penggunaan energi terbarukan, pengurangan limbah, dan pengelolaan sumber daya alam secara efisien.

Dalam konteks krisis iklim yang semakin mendesak, inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat kesadaran dan aksi nyata di kalangan korporasi.

Bambang Susanto, Direktur Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan, menyatakan bahwa PROPER menjadi instrumen penting untuk menilai kinerja lingkungan perusahaan secara objektif.

Ia menambahkan, “Penghargaan ini tidak hanya mengapresiasi, tetapi juga memotivasi perusahaan untuk terus berinovasi dalam rangka melindungi lingkungan hidup.”

CNBC Indonesia, sebagai mitra media, berperan dalam menyiarkan proses penilaian dan menyiapkan laporan tahunan yang menampilkan hasil evaluasi.

Penilaian PROPER mengacu pada standar internasional seperti ISO 14001 dan GRI, serta kebijakan nasional yang menekankan ekonomi hijau.

Setiap perusahaan dinilai melalui enam dimensi utama, yaitu kebijakan, manajemen, operasional, pelaporan, inovasi, dan dampak sosial.

Perusahaan yang meraih level tertinggi, yaitu Platinum, akan mendapatkan sertifikat resmi serta liputan khusus dalam publikasi ekonomi terkemuka.

Selama acara, tiga perusahaan berhasil memperoleh penghargaan Platinum, menandakan pencapaian mereka dalam mengurangi emisi karbon secara signifikan.

Perusahaan pertama, PT Energi Bersih Nusantara, berhasil menurunkan intensitas karbon sebesar 30 persen dalam tiga tahun terakhir melalui proyek pembangkit listrik tenaga surya.

PT Hijau Mandiri, yang bergerak di bidang manufaktur, mendapatkan penghargaan atas program daur ulang limbah produksi yang mencapai 85 persen.

Sementara itu, PT Lautan Biru memperoleh pengakuan karena inisiatif restorasi terumbu karang di wilayah pesisir yang terdampak erosi.

Para pemenang menyatakan bahwa penghargaan ini menjadi insentif moral dan komersial untuk terus memperkuat strategi hijau mereka.

CEO PT Energi Bersih Nusantara, Rudi Hartono, mengatakan, “Penghargaan ini membuktikan bahwa pertumbuhan bisnis dapat sejalan dengan perlindungan lingkungan.”

Ia menambahkan, “Kami akan memperluas portofolio energi terbarukan ke wilayah lain dalam lima tahun ke depan.”

Penilaian PROPER tahun ini juga menyoroti tantangan yang dihadapi perusahaan, terutama terkait ketersediaan data akurat dan transparansi rantai pasokan.

Kementerian berjanji akan meningkatkan mekanisme verifikasi data dengan bantuan teknologi digital dan audit independen.

Penggunaan platform berbasis cloud memungkinkan perusahaan melaporkan indikator lingkungan secara real‑time, sehingga mempercepat proses verifikasi.

Selain itu, program pelatihan khusus bagi auditor internal perusahaan akan diluncurkan pada kuartal berikutnya.

Strategi ini sejalan dengan agenda nasional untuk mencapai target pengurangan emisi sebesar 29 persen pada tahun 2030.

Kementerian menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah daerah dan lembaga swadaya masyarakat, menjadi kunci keberhasilan program PROPER.

Dalam pidatonya, Menteri Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya, menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ekonomi sirkular di Indonesia.

Dia menambahkan, “Kami mengajak semua pelaku usaha untuk menjadikan keberlanjutan sebagai inti strategi bisnis mereka.”

Media melaporkan bahwa minat perusahaan untuk berpartisipasi dalam PROPER meningkat sebesar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan ini mencerminkan kesadaran bahwa praktik ramah lingkungan kini menjadi faktor kompetitif di pasar global.

Investor institusi, termasuk dana pensiun dan reksa dana, semakin memperhatikan skor PROPER dalam menilai risiko lingkungan portofolio mereka.

Sejumlah bank juga menawarkan fasilitas pembiayaan khusus bagi perusahaan yang berhasil meraih level tinggi dalam PROPER.

Dengan demikian, penghargaan ini tidak hanya memberi pengakuan, tetapi juga membuka akses ke sumber daya finansial yang lebih bersahabat dengan lingkungan.

Acara penutupan diakhiri dengan penyerahan trofi kepada para pemenang serta foto bersama seluruh peserta.

Secara keseluruhan, Anugerah Lingkungan PROPER 2025 berhasil menegaskan pentingnya inovasi dan dedikasi perusahaan dalam menghadapi tantangan iklim.

Harapannya, momentum ini akan mendorong lebih banyak perusahaan Indonesia untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam setiap aspek operasional mereka.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.