Media Kampung โ€“ 09 Maret 2026 | Tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil membongkar sebuah laboratorium gelap narkotika di sebuah vila mewah bernama The Lavana Deโ€™Bale Marcapada, Gianyar, Bali, pada 5 Maret 2026. Laboratorium tersebut dipergunakan untuk memproduksi mephedrone, narkotika sintetis yang dikenal berpotensi menimbulkan kecanduan kuat. Dari tempat kejadian, aparat menyita total 7,894 gram mephedrone dalam bentuk padatan dan cairan, serta lebih dari 2,600 gram prekursor kimia yang diduga dipasok dari Cina.

Identitas Tersangka: Dua Warga Negara Rusia dengan Latar Belakang Militer

Penggerebekan mengungkap dua tersangka warga negara Rusia, seorang perempuan berinisial NT (29 tahun) dan seorang pria berinisial TS (34 tahun). Kedua pelaku diduga memiliki latar belakang militer; NT mengaku pernah menjadi anggota tentara Rusia sebelum berpindah ke Indonesia. Dalam pemeriksaan, NT mengaku menggunakan tiga paspor Rusia dengan identitas berbeda untuk menghindari pemantauan imigrasi. Pada Januari 2026, keduanya pertama kali memasuki Indonesia dan sejak itu berpindahโ€‘pindah vila serta memakai identitas palsu atas nama seorang warga Rusia lainnya, berinisial KS, yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Rangkaian Pengiriman Prekursor dari Cina

Laboratorium mulai terendus setelah BNN menerima laporan adanya paket-paket mencurigakan yang dikirim dari Cina ke kantor pos di Gianyar pada bulan Januari 2026. Paketโ€‘paket tersebut berisi prekursor kimia penting seperti methylamine dan hydrobromic yang diperlukan untuk sintesis mephedrone. Data pengirim dipalsukan, membuat pelacakan menjadi sulit hingga tim intelijen mengidentifikasi pola pengiriman yang konsisten.

Barang Bukti yang Disita

  • 644 gram mephedrone padatan dan 7,250 mililiter mephedrone cair.
  • 2,600 gram prekursor padatan dan 219,780 mililiter prekursor cair.
  • Peralatan laboratorium: timbangan digital, fruit dryer, masker respirator, kertas saring, labu Erlenmeyer, panci, jarum suntik, jerigen, serta magnetic stirrer.
  • Kunci kendaraan yang diyakini milik tersangka.

Harga pasar mephedrone diperkirakan mencapai Rp6 juta per gram. Menurut Brigjen Pol. Roy Hardi Siahaan, Plt. Deputi Pemberantasan BNN RI, mephedrone dapat dikonsumsi lewat empat caraโ€”dibakar, dihirup, disuntik, atau dalam bentuk pilโ€”yang menambah risiko penyalahgunaan di kalangan komunitas Rusia di Bali.

Reaksi Pemerintah dan Upaya Penindakan

Dalam konferensi pers yang diadakan pada 7 Maret 2026, Roy Hardi menegaskan bahwa kasus ini menunjukkan kemampuan jaringan kriminal internasional dalam memanfaatkan wilayah pariwisata Indonesia sebagai basis produksi narkotika. Ia menambahkan bahwa investigasi lanjutan akan difokuskan pada jaringan pasokan prekursor dari Cina serta peran KS, yang masih dalam status DPO. Pemerintah daerah Bali juga mengumumkan peningkatan pengawasan pada vilaโ€‘vila mewah yang sering dijadikan tempat tinggal sementara oleh warga asing.

Kasus ini menambah deretan operasi BNN yang berhasil mengintervensi produksi narkotika sintetis di Indonesia. Sejak awal 2026, BNN mencatat peningkatan signifikan dalam penyitaan mephedrone, yang diperkirakan berkontribusi pada penurunan peredaran narkoba di wilayah Bali dan sekitarnya.

Dengan tersangka utama kini berada di bawah tahanan, proses hukum akan dilanjutkan sesuai dengan Undangโ€‘Undang Narkotika. Penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap jaringan internasional yang lebih luas, termasuk pihakโ€‘pihak yang terlibat dalam pengiriman prekursor dari luar negeri.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi tirto.id.