Media Kampung โ€“ 09 Maret 2026 | Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), menyoroti penurunan stok darah di ibu kota selama bulan Ramadan. Menurutnya, banyak masyarakat menunda donor karena menjalankan ibadah puasa, sehingga pasokan darah menipis pada sore dan malam hari.

JK menegaskan kebutuhan darah di Jakarta sangat tinggi. Setiap hari, kota ini memerlukan minimal 1.000 kantong darah untuk memenuhi layanan kesehatan. Beban ini tidak hanya berasal dari warga Jakarta, melainkan juga dari pasien dari berbagai daerah yang datang ke rumah sakit di ibu kota, menjadikan Jakarta sebagai pusat rujukan kesehatan nasional.

Untuk mengatasi kekurangan tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) menyesuaikan jadwal donor menjadi sore hingga malam hari selama Ramadan. Metode ini memberi kesempatan bagi puasa untuk tetap berpartisipasi tanpa mengganggu ibadah.

Berikut langkah-langkah yang diambil PMI selama Ramadan:

  • Menjadwalkan donor pada sore atau malam hari, biasanya setelah berbuka puasa.
  • Menggelar acara buka bersama sekaligus donor untuk meningkatkan partisipasi.
  • Memberikan penghargaan dan motivasi bagi relawan serta donor tetap.

JK mengapresiasi kerja keras tim PMI, terutama Pak Andreas dan stafnya, yang terus berupaya menggalakkan donor besarโ€‘besar. Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak menunda donor, mengingat pentingnya pasokan darah bagi ribuan pasien tiap hari.

Dengan dukungan publik, diharapkan pasokan darah di Jakarta dapat stabil selama Ramadan, sehingga layanan kesehatan tetap optimal tanpa mengorbankan keselamatan pasien.