Media Kampung – 09 April 2026 | Artis keturunan Indonesia kini semakin terlihat di industri hiburan Amerika, dengan sebelas nama yang berhasil mengukir jejak di Hollywood.

Beragam latar belakang mereka, mulai dari yang lahir di Indonesia hingga generasi kedua di Amerika, memperkaya representasi budaya.

Aktor Iko Uwais, terkenal lewat “The Raid”, memperluas kariernya lewat peran di “Star Wars: The Force Awakens” dan “Mile 22”, menonjolkan keahlian seni bela diri.

Eks atlet nasional Joe Taslim, setelah sukses di “The Raid 2”, tampil dalam “The Matrix Resurrections” dan “Fast & Furious: Hobbs & Shaw”, mengokohkan posisinya di panggung internasional.

Aktris Cinta Laura Kiehl, yang menempuh studi di University of Arizona, berhasil memerankan peran utama dalam serial TV “Cinta Laura: The Series” serta muncul di film Netflix “Crazy Rich Asians”.

Baca juga:

Model‑aktris Yaya DaCosta, yang memiliki nenek moyang Minangkabau, meraih peran berulang di serial “Empire” dan membintangi drama “The Birth of a Nation”.

Penyanyi‑aktris Agnez Mo, setelah pindah ke Los Angeles, mendapatkan peran pendukung dalam film “Crazy Rich Asians” serta tampil sebagai juri tamu di “The Voice”.

Akademisi‑aktris Poppy Montgomery, dengan ayah berketurunan Indonesia, dikenal lewat serial CBS “Without a Trace” dan kemudian muncul di “Agents of S.H.I.E.L.D.”.

Aktris dan aktivis Sissy Erianty, lahir di Jakarta dan dibesarkan di New York, berperan dalam film independen “The Last Summer” yang mendapat pujian kritis.

Penyanyi‑aktris Bunga Citra Lestari (BCL) menembus pasar Amerika lewat Netflix dengan film aksi thriller “The Night Comes for Us”, menandai debutnya di layar lebar Barat.

Aktor Ario Bayu, yang menempuh pelatihan di New York, tampil dalam produksi bergaya Broadway “The Last Samurai” dan muncul di drama TV “The Last Ship”.

Akademisi‑aktris Nadiya Hidayat, lahir di Surabaya dan besar di California, memperoleh peran pendukung dalam film biografi “The Man Who Knew Infinity”.

Baca juga:

Talenta muda Sari Lestari, anak orang tua Indonesia‑Amerika, tampil dalam serial Disney “Andi Mack”, menunjukkan potensi generasi selanjutnya.

Komitmen pada pendidikan yang tinggi tercermin dalam pola serupa yang terlihat pada artis Thailand yang menempuh studi di Inggris, menegaskan nilai akademik sebelum meniti karier hiburan.

Kemampuan berbahasa dan jaringan industri yang dibangun lewat pendidikan luar negeri mempermudah akses mereka ke pasar Hollywood.

Pengamat industri mencatat bahwa keahlian lintas budaya memungkinkan mereka mengisi peran Asia maupun global, memperkaya keragaman tampilan di layar.

Seiring jumlah artis keturunan Indonesia yang berkarier di Amerika terus bertambah, kesuksesan mereka diharapkan menginspirasi generasi muda untuk mengejar peluang di dunia perfilman internasional.

Tren ini juga meningkatkan pertukaran budaya bilateral, memperkuat soft power Indonesia melalui industri hiburan.

Secara keseluruhan, sebelas artis yang disebutkan membuktikan bahwa bakat, pendidikan, dan pengalaman lintas budaya dapat bersaing di pasar Amerika yang kompetitif.

Baca juga:

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.