Media Kampung – 07 April 2026 | Seorang selebritas Indonesia, Lucinta Luna, mengungkap dalam sebuah podcast bahwa ia tidak melaksanakan salat Idul Fitri dan Idul Adha selama satu dekade terakhir.
Pengakuan itu muncul saat ia berbincang dengan Ivan Gunawan pada 6 April 2026, dan menjadi sorotan media nasional.
Lucinta menjelaskan bahwa ia menghentikan ibadah hari raya karena merasa tidak nyaman dengan penampilan dan kodrat yang dipaksakan publik.
Ia menambahkan bahwa selama bertahun‑tahun ia selalu memakai busana yang tidak sesuai dengan standar tradisional, termasuk saat berziarah.
Pada Lebaran 2026, ia muncul mengenakan peci, sarung, dan kemeja pria, menandai perubahan penampilan yang signifikan.
Penampilan maskulin tersebut dipilih sebagai bagian dari proses pencarian jati diri yang sedang dijalani.
Selain pakaian, Lucinta juga memotong rambut pendek ala pria Korea untuk menegaskan identitas baru yang lebih maskulin.
Perubahan tersebut menuai komentar negatif di media sosial, dengan sebagian netizen menilai langkahnya sekadar mencari perhatian.
Lucinta menanggapi kritik dengan menegaskan bahwa transformasi identitas tidak dapat terjadi dalam semalam.
Ia menyebutkan bahwa ia memerlukan waktu, keberanian, dan ruang pribadi untuk menyesuaikan diri.
Berbicara tentang latar belakang, Lucinta lahir dengan nama Muhammad Fatah pada 16 Juni 1989 di Jakarta dan merupakan anak kedelapan dari sembilan bersaudara.
Ia menempuh pendidikan di SMK Negeri 4 Jakarta, jurusan teknik mesin, sebelum terjun ke dunia hiburan.
Kariernya dimulai lewat reality show “Be A Man” dengan nama Cleo Vitri, lalu membentuk duo musik Duo Bunga bersama Ratna Pandita.
Kesuksesan musiknya berlanjut dengan single populer seperti “Bobo di Mana” dan peran akting dalam film “Bridezilla” serta beberapa serial web.
Sejak 2020, Lucinta sempat terjerat kasus narkoba yang berujung pada hukuman penjara satu tahun, menambah daftar kontroversi publiknya.
Kasus tersebut menimbulkan perdebatan tentang penempatan di sel perempuan, mengingat identitas gendernya yang masih dipertanyakan.
Identitas gendernya menjadi topik utama sejak ia mengumumkan perubahan nama menjadi lucinta luna dan mengakui proses transisi.
Ia sebelumnya menggunakan nama hukum Ayluna Putri, namun dalam podcast terakhir mengungkap keinginan kembali ke identitas laki‑laki demi ketenangan batin.
Perubahan fisik meliputi serangkaian operasi plastik, termasuk perubahan wajah, tubuh, bahkan karakter suara, yang menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.
Kehidupan asmara Lucinta juga menjadi bahan pemberitaan; pernikahan singkat dengan Bigham pada 2019 hanya bertahan seminggu, serta pertunangan dengan pengusaha Dian Ayu Ashari yang berakhir pada 2020.
Meski sering menjadi sorotan negatif, Lucinta tetap aktif sebagai selebgram dan influencer, menjalin kolaborasi dengan beberapa kreator Korea Selatan pada 2026.
Ia mengklaim bahwa kolaborasi tersebut membantu memperluas jaringan internasional dan memberi ruang bagi ekspresi diri yang lebih bebas.
Pengakuan tidak melaksanakan salat hari raya selama sepuluh tahun menimbulkan diskusi luas tentang kebebasan beragama dan identitas pribadi di Indonesia.
Beberapa pakar agama menilai bahwa keputusan pribadi tidak boleh dijadikan alasan penilaian moral, sementara kelompok konservatif menekankan pentingnya melaksanakan ibadah kolektif.
Lucinta menutup pembicaraan dengan harapan hidupnya dapat lebih tenang, damai, dan tidak lagi menjadi bahan perdebatan publik.
Ia menegaskan bahwa perubahan yang ia jalani bukan sekadar penampilan, melainkan upaya mendalam untuk menemukan keseimbangan antara identitas internal dan harapan masyarakat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan