Media Kampung – 04 April 2026 | Rachel Vennya menegaskan tekadnya bekerja keras demi kesejahteraan anak setelah konflik dengan mantan suami, Niko Al Hakim alias Okin, kembali memanas.
Perselisihan berfokus pada sebuah rumah yang sebelumnya diserahkan sebagai bagian dari kesepakatan pasca perceraian.
Rachel mengungkap bahwa rumah tersebut kini dihuni oleh adik‑adiknya setelah direnovasi, namun tiba‑tiba kedatangan orang asing untuk mengukur bangunan menimbulkan kebingungan.
Ia menulis di media sosial, “Alangkah baik dan sopannya kalau datang ke rumah bikin janji dulu, kasihan mereka deg‑degan diginiin orang,” menegaskan pentingnya komunikasi.
Rachel menambahkan bahwa rumah itu awalnya dijanjikan sebagai “rumah untuk biru”, mengacu pada anaknya yang bernama Biru.
Ia menegaskan tidak menolak penjualan rumah bila ada kesepakatan yang jelas, namun menilai tindakan Okin melanggar kepercayaan.
Okin menanggapi melalui Instagram, meminta publik memberi waktu untuk menjelaskan versinya terkait polemik rumah tersebut.
“Selama ini karakter gue dibunuh banget di depan publik, beri ruang dan waktu untuk jelasin,” tulis Okin pada 3 April 2026.
Ibu Rachel, Vien, melontarkan pernyataan di Instagram, “Sering banget kebaikan yang pernah kamu kasih ke orang justru dibalas dengan air tuba,” mengungkap rasa terluka atas perlakuan tersebut.
Vien menambahkan, ia selama ini memilih diam demi menghormati permintaan Rachel agar tidak berkonflik, namun tidak dapat lagi menerima sikap Okin.
Ibu Okin, yang aktif di TikTok dengan akun @zerenity2024, menyatakan netralitas dan menekankan bahwa ia masih memantau perkembangan kasus.
“Tidak bisa menghakimi sesuatu yang mami belum paham. Jadi wait and see,” ujarnya dalam unggahan terbaru.
Menurut catatan pernikahan, rachel vennya dan Okin menikah pada 7 Januari 2017 dan dikaruniai dua anak sebelum bercerai pada 2021.
Setelah perceraian, rumah yang menjadi sumber sengketa tersebut sempat dipakai bersama dan kemudian direnovasi untuk anak‑anak lain.
Rachel menuturkan bahwa rumah itu telah dalam kondisi buruk saat Okin menggunakannya, sehingga renovasi dilakukan demi kenyamanan adik‑adik.
Ia menilai bahwa tanpa adanya perjanjian tertulis, keputusan Okin menjual rumah dapat merugikan anak‑anak yang masih tinggal di sana.
Netizen mengingat kembali video YouTube tahun 2017 di mana Okin memberikan rumah itu sebagai kejutan ulang tahun untuk Rachel.
Video tersebut menjadi bukti awal bahwa rumah itu memang pernah dijanjikan sebagai bagian dari penyelesaian pasca perceraian.
Sejumlah komentar publik menuntut kejelasan hak kepemilikan dan tanggung jawab finansial terhadap anak‑anak.
Para pengamat hukum keluarga menyarankan agar kedua belah pihak menempuh mediasi agar hak anak tidak terabaikan.
Rachel menegaskan komitmennya untuk terus menyediakan nafkah dan pendidikan yang layak bagi anaknya, termasuk melalui kerja keras pribadi.
Ia menutup pernyataannya dengan harapan agar Okin menghormati kepentingan anak dan menghindari tindakan yang dapat menimbulkan ketidakpastian.
Sementara itu, Okin belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai rencana penjualan rumah atau langkah selanjutnya.
Pengacara keluarga menyebutkan bahwa penjualan properti yang melibatkan hak anak memerlukan persetujuan pengadilan bila tidak ada kesepakatan bersama.
Pihak berwenang belum menerima laporan resmi terkait dugaan pelanggaran hak anak dalam kasus ini.
Komentar publik di media sosial menunjukkan beragam pendapat, ada yang mendukung Rachel, ada pula yang menilai Okin berhak menjual aset miliknya.
Situasi ini menambah deretan konflik publik selebriti Indonesia yang melibatkan urusan pribadi dan aset keluarga.
Media melaporkan bahwa rumah tersebut berada di wilayah Jakarta Selatan, namun lokasi tepat belum diungkapkan.
Rachel Vennya menegaskan bahwa prioritas utamanya tetap pada kesejahteraan anak, terlepas dari dinamika perselisihan dengan mantan suami.
Ia menambahkan bahwa setiap keputusan keuangan akan dipertimbangkan demi stabilitas pendidikan dan kebutuhan dasar anak.
Kejadian ini menyoroti pentingnya perjanjian tertulis dalam penyelesaian perceraian, khususnya terkait aset yang melibatkan anak.
Para pengamat keluarga mengingatkan bahwa konflik semacam ini dapat berdampak psikologis pada anak jika tidak segera diselesaikan.
Dengan sorotan media yang terus meningkat, kedua belah pihak diharapkan dapat menemukan solusi damai yang mengutamakan kepentingan anak.
Situasi masih berkembang, dan masyarakat menantikan klarifikasi lebih lanjut dari Okin maupun pihak terkait.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan