Media Kampung – 04 April 2026 | Dua sahabat dekat Vidi Aldiano memposting pernyataan tajam di media sosial yang menuding Egi Fazri meniru almarhum dan menyebut aksi tersebut “jijik banget”.

Pesan itu cepat menyebar dan memperoleh puluhan ribu interaksi dalam hitungan jam, memicu perdebatan luas di kalangan pengguna internet.

Netizen membagi pendapat; sebagian menyambut sindiran sebagai bentuk pembelaan hak cipta, sementara yang lain menilai tindakan tersebut berpotensi menyinggung pribadi.

“Kami tidak mau melihat karya orang lain dibajak begitu saja, apalagi setelah sang almarhum,” ujar salah satu sahabat, menegaskan rasa kecewa mereka.

“Kalau memang terinspirasi, setidaknya beri penghargaan, bukan tiru dan klaim sebagai milik sendiri,” tambah sahabat lainnya dalam balasan singkat.

Egi Fazri, musisi muda yang pernah menimbulkan kontroversi serupa, sebelumnya dikritik karena menyanyikan lagu dengan gaya dan lirik mirip Vidi Aldiano pasca kematian tokoh musik terkenal.

Insiden itu menambah daftar tuduhan plagiarisme yang pernah melekat pada Fazri, termasuk tuduhan mengadopsi melodi tanpa izin.

Perwakilan Egi Fazri menolak tuduhan tersebut, menyatakan bahwa klaim plagiarisme tidak berdasar dan meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Seorang pengamat industri musik menilai, “Kasus ini mencerminkan tantangan hak kekayaan intelektual di era digital, di mana batas inspirasi dan penjiplakan semakin tipis.”

Vidi Aldiano sendiri belum memberikan komentar resmi, meski beberapa akun resmi miliknya menanggapi dengan menahan diri.

Postingan tersebut dipublikasikan pada Senin pagi dan dalam tiga hari mencapai lebih dari 150.000 likes serta ribuan komentar.

Platform media sosial yang menjadi tempat penyebaran menyatakan akan meninjau laporan pelanggaran kebijakan konten jika ada bukti hukum yang kuat.

Pihak berwenang mengingatkan bahwa fitnah atau pencemaran nama baik dapat berujung pada proses hukum bila terbukti tidak berdasar.

Beberapa pengguna mengkritik sahabat Vidi karena melompat ke kesimpulan tanpa bukti konkret, sementara yang lain memuji keberanian mereka mengangkat isu etika.

Dampak reputasi kedua belah pihak masih dipantau; sahabat Vidi mendapat dukungan, namun Egi Fazri menghadapi sorotan negatif yang dapat memengaruhi proyek musiknya.

Di tengah ketegangan, ada harapan akan dialog terbuka antara kedua belah pihak untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.

Sementara itu, para penggemar Vidi dan Egi tetap menunggu klarifikasi resmi, berharap masalah ini dapat diselesaikan secara damai.

Sejauh ini, situasi masih berkembang dan menjadi contoh nyata bagaimana konflik kreatif dapat meluas melalui jaringan sosial.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.