Media Kampung – 20 Maret 2026 | NASA mengumumkan penjadwalan ulang rollout roket Space Launch System (SLS) dan kapsul Orion untuk misi Artemis II pada 19 Maret. Keputusan itu diambil setelah tim teknis menemukan kerusakan pada harness listrik sistem terminasi penerbangan.

Rollout akan dimulai pukul 20.00 WIB dan melibatkan pemindahan roket sejauh empat mil dari Vehicle Assembly Building ke Launch Complex 39B di Kennedy Space Center. Proses pemindahan diperkirakan memakan waktu hingga dua belas jam.

Jadwal ini dirancang untuk menjaga kemungkinan peluncuran pada jendela enam hari pertama bulan April, yang membuka peluang peluncuran paling awal pada 1 April. Mempertahankan jendela tersebut penting agar Artemis II tidak terganggu oleh cuaca atau masalah teknis lainnya.

Artemis II akan menjadi penerbangan berawak pertama di luar orbit Bumi sejak misi Apollo 17 pada 1972. Misi ini menandai langkah besar dalam program Artemis yang menargetkan kembali manusia ke Bulan.

Empat astronot akan mengorbit Bulan, menguji sistem kapal Orion, serta mengumpulkan data penting untuk misi pendaratan selanjutnya. Penjelajahan ini juga akan mengevaluasi prosedur navigasi dan komunikasi dalam lingkungan deep space.

Tim NASA terus memantau perkiraan cuaca di Florida serta melakukan inspeksi menyeluruh pada semua subsistem. Setiap potensi ancaman, termasuk badai tropis, dipertimbangkan dalam penentuan jadwal final.

Penggantian harness listrik pada sistem terminasi penerbangan menjadi langkah wajib untuk menjamin keamanan kru. Sistem ini memungkinkan kontrol darurat untuk memutuskan penerbangan bila terjadi kegagalan kritis.

Fungsi terminasi penerbangan adalah melindungi awak dan lingkungan sekitar dari bahaya kebakaran atau ledakan. Keandalan sistem ini menjadi syarat utama sebelum roket dapat meluncur.

Program Artemis menargetkan kehadiran manusia yang berkelanjutan di Bulan pada akhir dekade ini. Rencana jangka panjang meliputi pembangunan Artemis Base Camp sebagai tempat tinggal jangka panjang.

NASA menekankan pentingnya kolaborasi internasional serta kemitraan dengan sektor swasta untuk mewujudkan visi tersebut. Agensi luar angkasa lain dan perusahaan komersial telah bergabung dalam pengembangan teknologi kritis.

Perusahaan seperti SpaceX dan Blue Origin berkontribusi pada pengembangan propulsi, logistik, dan infrastruktur lunar. Keterlibatan mereka diharapkan mempercepat inovasi dan menurunkan biaya misi.

Di kota Titusville, Florida, Festival 321 Day akan merayakan pencapaian ruang angkasa dengan hitung mundur pada pukul 15.21. Acara tersebut menyatukan warga, penggemar, dan ilmuwan untuk merayakan eksplorasi luar angkasa.

Festival menampilkan pameran, lokakarya, dan presentasi tentang misi Artemis serta pencapaian NASA lainnya. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya investasi di bidang antariksa.

Penelitian interior pod ruang angkasa kini sedang dilakukan oleh tim insinyur untuk meningkatkan ergonomi tempat tinggal kru. Studi tersebut menilai faktor pencahayaan, sirkulasi udara, dan penempatan peralatan.

Temuan awal menunjukkan bahwa penataan interior yang optimal dapat mengurangi kelelahan dan meningkatkan produktivitas selama misi jangka panjang. Informasi ini akan dimasukkan ke dalam desain kapsul Orion generasi berikutnya.

Di bidang teknologi, ilmuwan menguji robot berbasis tenaga angin yang dapat beroperasi di lingkungan ekstrim. Robot ini dirancang untuk menavigasi medan berbahaya di permukaan Bulan atau Mars.

Desain memanfaatkan perbedaan tekanan atmosfer untuk menghasilkan daya, sehingga tidak bergantung pada bahan bakar kimia. Kemampuan ini dapat memperpanjang durasi misi penjelajahan tanpa kebutuhan logistik tambahan.

Rollout yang dijadwalkan pada 19 Maret diperkirakan selesai dalam dua belas jam, setelah itu tim akan melakukan inspeksi akhir sebelum persiapan peluncuran. Semua prosedur akan mengikuti standar keselamatan yang ketat.

Jika semua berjalan lancar, Artemis II dapat meluncur pada 1 April, memanfaatkan jendela peluncuran enam hari pertama. Keberhasilan peluncuran akan membuka jalan bagi pendaratan Artemis III yang direncanakan akhir dekade ini.

Artemis III bertujuan menurunkan astronot pertama kembali ke permukaan Bulan sejak 1972, dengan fokus pada daerah kutub selatan. Keberhasilan ini akan menjadi batu loncatan menuju misi berawak ke Mars.

NASA menegaskan komitmen jangka panjangnya untuk eksplorasi luar angkasa, menekankan bahwa setiap misi memperkuat fondasi pengetahuan manusia. Program Artemis tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga inspirasi generasi mendatang untuk menjelajah batas akhir alam semesta.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.