Media Kampung – 08 April 2026 | Kementerian Haji mengadakan Expo UMKM terintegrasi dengan Manasik Haji di Medan sebagai upaya memperkuat ekosistem ekonomi haji.
Acara yang diselenggarakan pada awal April menampilkan tiga puluh usaha mikro, kecil, dan menengah yang menyediakan produk serta layanan untuk jemaah haji.
Expo ini menampilkan berbagai perlengkapan ibadah, logistik, dan layanan pendukung yang diproduksi oleh pelaku UMKM lokal.
Partisipasi tersebut diharapkan menciptakan jaringan pasokan yang lebih mandiri dan mengurangi ketergantungan pada impor.
Kemenhaj menegaskan pentingnya integrasi antara pelatihan manasik dan pemberdayaan UMKM untuk menurunkan biaya operasional.
Kebijakan ini selaras dengan upaya pemerintah meningkatkan nilai tambah dalam rantai pasok haji.
Kepala Kemenhaj, Budi Santoso, menyatakan bahwa expo ini menjadi langkah konkret memperkuat ekonomi umat.
“Dengan melibatkan UMKM lokal, kita dapat menurunkan biaya dan menambah peluang kerja,” ujarnya.
Selama acara, peserta manasik menerima materi prosedur haji sekaligus mengunjungi stan-stand UMKM.
Kegiatan ini dirancang agar calon jemaah memahami kebutuhan logistik sejak awal.
Beberapa UMKM peserta memproduksi sarung, tasbih, dan perlengkapan ibadah berbahan baku dalam negeri.
Produsen lain menawarkan layanan transportasi, penyimpanan barang, serta penyediaan makanan halal khusus haji.
Data Kemenhaj menunjukkan bahwa nilai impor barang haji masih mencapai 40% dari total kebutuhan.
Expo ini diharapkan menurunkan persentase tersebut dalam lima tahun ke depan.
Pengunjung expo, termasuk calon jemaah dan agen travel, melaporkan antusiasme tinggi terhadap produk lokal.
Mereka menilai kualitas produk UMKM setara dengan barang impor.
Pemerintah daerah Medan memberikan dukungan fasilitas dan promosi untuk acara tersebut.
Dinas Pariwisata Medan menambahkan bahwa expo ini turut meningkatkan citra kota sebagai pusat kegiatan haji.
Analisis para ahli ekonomi menunjukkan bahwa integrasi UMKM dalam rantai pasok haji dapat meningkatkan PDB sektor keagamaan.
Penelitian Universitas Indonesia memperkirakan kontribusi tambahan sebesar 0,3% pada pertumbuhan nasional.
Kemenhaj berencana mengulang expo ini secara tahunan dan memperluas jangkauan ke kota-kota lain.
Fokus ke depan adalah menambah jumlah UMKM dan memperkuat standar kualitas produk.
Dengan langkah ini, pemerintah menegaskan komitmen memperkuat kemandirian ekonomi haji serta menumbuhkan peluang usaha bagi pelaku UMKM.
Eksposisi ini menandai langkah strategis menuju ekosistem haji yang lebih berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan