Media Kampung – 07 April 2026 | Rasulullah SAW menganjurkan dua bacaan dzikir khusus untuk orang yang sedang sakit, sebagai bentuk spiritualitas yang mendampingi upaya penyembuhan.
Dzikir pertama berbunyi “Allahumma inni a’udhu bika min al-barâsi, wal-junûni, wal-judhâmi, wa min sayyi’il-asqâm”, yang memohon perlindungan Allah dari penyakit kulit, kegilaan, kanker, serta segala penyakit berbahaya.
Dzikir kedua adalah “Bismillâhi al-ladhi lâ yadhurru ma’a ismihi shay’un fil ardi wa lâ fis-samâ’i wa huwa as-samî’u al-‘alîm”, menyiratkan bahwa nama Allah melindungi segala sesuatu di bumi dan langit.
Hadis tersebut tercatat dalam koleksi sahih, antara lain Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, menegaskan otoritasnya dalam ajaran Islam.
Makna pertama menekankan permohonan perlindungan khusus dari penyakit yang dapat merusak tubuh, sekaligus menumbuhkan rasa tawakal kepada Allah.
Makna kedua menegaskan kepercayaan bahwa mengingat Allah dapat menetralkan bahaya fisik, sekaligus menenangkan hati yang gelisah.
Dari sudut pandang kesehatan, praktik dzikir terbukti menurunkan kadar kortisol, memperbaiki kualitas tidur, dan meningkatkan respon imun, sebagaimana dipaparkan dalam beberapa studi psikologi medis.
Dr. Ahmad Syarif, pakar kedokteran integratif, menyatakan bahwa “dzikir rutin dapat menjadi pelengkap terapi medis, karena menurunkan stres yang berkontribusi pada proses pemulihan”.
Pada masa pandemi, meningkatnya minat masyarakat terhadap dzikir ini mencerminkan kebutuhan spiritual untuk menyeimbangkan ketidakpastian medis.
Umat muslim dianjurkan tetap menjalani pengobatan konvensional sambil mengintegrasikan dzikir, agar keduanya saling melengkapi dalam mempercepat proses penyembuhan.
Dengan mengamalkan dua dzikir tersebut, diharapkan penderita sakit dapat merasakan ketenangan batin sekaligus memperoleh manfaat kesehatan yang bersifat holistik.
Penerapan dzikir dalam rutinitas harian, terutama saat mengalami gejala penyakit, dapat menjadi langkah preventif sekaligus terapi adjuvan yang mudah diakses.
Kesimpulannya, dua dzikir anjuran Rasulullah tidak hanya bersifat ibadah, tetapi juga memiliki potensi dukungan medis yang relevan bagi kondisi kesehatan modern.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan