Media Kampung – 07 April 2026 | Majelis Tinggi Al-Ulama Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Rapat Tingkat Atas (Ratas) pada Senin, 1 April 2026 di Jakarta, dengan tujuan utama memperkuat gerakan peningkatan ketahanan sosial melalui sinergi lembaga keagamaan, pemerintah, dan sektor swasta.

Rapat dihadiri oleh tokoh agama, pejabat kementerian, perwakilan organisasi masyarakat, serta praktisi energi terbarukan, yang bersama-sama merumuskan langkah strategis untuk memperluas jaringan pengamanan sosial dan memfasilitasi transformasi pemanfaatan energi.

PBNU menekankan bahwa jaringan pengamanan sosial harus mencakup program kesejahteraan, pendidikan, serta layanan kesehatan yang terintegrasi, guna menanggulangi ketimpangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj menegaskan, “Kita harus memperkuat jejaring sosial agar mampu menghadapi tantangan ekonomi, perubahan iklim, dan dinamika sosial yang semakin kompleks.”

Pernyataan tersebut diikuti dengan penetapan empat pilar utama: penguatan jaringan sosial, pengembangan energi bersih, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta inovasi kebijakan publik.

Baca juga:

Pilar pengembangan energi bersih menargetkan pemanfaatan energi surya dan bioenergi di daerah pedesaan, dengan harapan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta menciptakan lapangan kerja baru.

Untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, PBNU akan menyelenggarakan pelatihan intensif bagi kader zakat, infaq, dan shadaqah, serta membekali mereka dengan pengetahuan tentang manajemen risiko sosial.

Kolaborasi dengan Kementerian Sosial dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana diharapkan mempercepat implementasi program jaring pengaman yang bersifat lintas sektoral dan responsif terhadap bencana alam.

Beberapa lembaga swadaya masyarakat, termasuk Forum Kerukunan Umat Beragama, telah menyatakan dukungan mereka untuk pilot project di Kabupaten Banyuwangi, Jember, dan Lumajang, yang akan diuji selama dua tahun ke depan.

Pak ar keamanan sosial, Dr. Ahmad Fauzi dari Universitas Gadjah Mada, menilai inisiatif ini sebagai langkah penting, “Ketahanan sosial menjadi fondasi utama stabilitas negara, dan upaya PBNU dapat menjadi model bagi organisasi keagamaan lain.”

Baca juga:

PBNU juga merencanakan peluncuran platform digital yang menghubungkan donatur, penerima manfaat, dan relawan, sehingga transparansi alokasi dana sosial dapat terjaga dan meminimalkan potensi penyalahgunaan.

Dengan agenda tersebut, PBNU berharap gerakan peningkatan ketahanan sosial dapat memperkuat jaringan kesejahteraan nasional, menurunkan tingkat kemiskinan, dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi krisis di masa mendatang.

Sebagai penutup, PBNU mengajak seluruh elemen bangsa untuk berpartisipasi aktif, menyadari bahwa ketahanan sosial bukan hanya tanggung jawab lembaga, melainkan kewajiban bersama demi masa depan Indonesia yang lebih aman dan sejahtera.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.

Baca juga: