Media Kampung – 07 April 2026 | Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menandai kehadirannya dalam Festival Pawai Paskah yang digelar oleh Pemuda Sinode Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Senin 6 April 2026.
Kegiatan yang diikuti oleh sekitar lima ribu peserta menampilkan prosesi memikul salib, di mana Gibran berjalan di barisan depan bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Walikota Kupang Christian Widodo, serta tokoh agama dan pejabat daerah.
Dalam rangka menegaskan nilai toleransi, Gibran berhenti sejenak untuk berinteraksi dengan penyandang disabilitas, memberikan kesempatan foto bersama, dan menerima selendang serta topi rajutan hasil karya kelompok disabilitas.
Setelah melintasi titik start pawai, Gibran menyampaikan salam dari Presiden Prabowo Subianto serta mengucapkan Selamat Paskah kepada umat Kristiani yang hadir.
Gibran menegaskan bahwa pembangunan tidak dapat terlepas dari persatuan, sambil menyoroti peran festival sebagai agenda wisata rohani yang dapat meningkatkan perekonomian lokal.
Ia menambahkan pentingnya menjaga persatuan nasional dan kewaspadaan terhadap provokasi serta penyebaran informasi hoaks yang dapat memecah belah.
Pemuda GMIT menyatakan kebanggaan mereka atas kehadiran wakil presiden, menganggap kunjungan tersebut sebagai dorongan moral bagi generasi muda dalam melestarikan nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan.
Para peserta, yang berasal dari berbagai gereja dan komunitas di NTT, melaksanakan prosesi dengan semangat kebersamaan, menandai perayaan Paskah sekaligus memperkuat pesan perdamaian.
Acara tersebut juga dijadikan panggung bagi pemerintah kota Kupang untuk memperkenalkan potensi pariwisata rohani, dengan harapan menarik wisatawan domestik dan internasional.
Selama pawai, Gibran meninjau sejumlah sekolah dan agrowisata di sekitar Kupang, menekankan pentingnya pendidikan dan pengembangan ekonomi berkelanjutan di daerah tersebut.
Pihak penyelenggara mencatat bahwa partisipasi lebih dari lima ribu orang mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap kegiatan keagamaan yang bersifat inklusif.
Kehadiran Gibran juga menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung acara keagamaan yang memperkuat persatuan dan toleransi antarumat beragama.
Festival Pawai Paskah GMIT berakhir dengan doa bersama, menutup rangkaian kegiatan yang menonjolkan nilai-nilai kebersamaan, keberagaman, dan harapan akan masa depan yang lebih harmonis.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan