Media Kampung – 06 April 2026 | Hilman Latief, Bendahara Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, melakukan kunjungan ke Pesantren Modern Muhammadiyah Green School (MGS) di Yogyakarta pada Sabtu 4 April 2026.
Kunjungan bertujuan meninjau kemajuan program AUM yang merupakan inisiatif PCM Gamping, Sleman.
Selama berada di kampus, Hilman memeriksa fasilitas belajar mengajar, asrama, laboratorium, dan area ibadah yang telah dioptimalkan untuk mendukung proses kaderisasi.
Ia menilai infrastruktur tersebut telah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan oleh organisasi.
Hilman menekankan pentingnya peran pesantren sebagai pusat pembinaan kader yang kompeten dan berintegritas.
Dalam sambutannya, Hilman menyampaikan apresiasi terhadap upaya pimpinan dan staf MGS dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Ia menyoroti keberhasilan program AUM dalam menyiapkan tenaga pendidik dan aktivis muda.
Program AUM dirancang untuk mengintegrasikan ilmu agama, ilmu pengetahuan, dan keterampilan vokasional.
Tujuannya agar lulusan siap bersaing di dunia kerja serta berperan aktif dalam masyarakat.
Ia menambahkan bahwa dukungan finansial dan kebijakan strategis dari Pimpinan Pusat akan terus diarahkan kepada MGS.
Hal ini mencakup alokasi dana operasional, pelatihan guru, dan pengembangan kurikulum berbasis teknologi.
Kunjungan tersebut juga dihadiri oleh Kepala Pesantren MGS, pengurus PCM Gamping, serta perwakilan mahasiswa.
Diskusi singkat membahas tantangan dalam penerapan kurikulum terpadu serta kebutuhan sarana pendukung.
Salah satu pengelola MGS, Bapak Ahmad, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan Hilman.
Ia menekankan komitmen pesantren untuk meningkatkan kualitas kader melalui program beasiswa dan magang.
Hilman menanggapi dengan menekankan pentingnya kolaborasi antara pesantren, institusi pendidikan tinggi, dan dunia industri.
Ia percaya sinergi tersebut dapat mempercepat terciptanya lulusan yang berdaya saing tinggi.
Di samping itu, Hilman menyoroti peran teknologi informasi dalam proses pembelajaran.
Ia mengusulkan penerapan platform digital untuk monitoring prestasi dan pelaporan kegiatan kader.
Penguatan pesantren MGS diharapkan menjadi model replikasi bagi pesantren lain di wilayah Jawa Tengah dan DIY.
Dengan standar yang teruji, jaringan pesantren Muhammadiyah dapat memperluas jejak pembinaan kader.
Pimpinan PCM Gamping, Ibu Siti, menambahkan bahwa program AUM akan difokuskan pada peningkatan soft skill, kepemimpinan, dan kewirausahaan.
Langkah tersebut sejalan dengan visi Muhammadiyah untuk menghasilkan generasi yang mandiri.
Kegiatan kunjungan diakhiri dengan inspeksi ruang kelas dan laboratorium komputer.
Hilman menegaskan pentingnya kebersihan, disiplin, dan etika kerja sebagai nilai dasar pesantren.
Setelah inspeksi, Hilman menandatangani nota kesepahaman (MoU) antara Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Pesantren MGS.
Nota tersebut mencakup komitmen dukungan jangka panjang serta evaluasi tahunan.
Evaluasi tahunan akan meliputi penilaian kualitas pengajaran, kepuasan peserta, dan pencapaian target kaderisasi.
Hasilnya akan menjadi acuan perbaikan program di masa mendatang.
Pihak MGS berencana mengadakan forum tahunan yang melibatkan alumni, donor, dan pemangku kepentingan lainnya.
Forum ini diharapkan menjadi wadah pertukaran pengalaman dan pengetahuan.
Ia mengajak komunitas Muhammadiyah untuk terus memberikan dukungan moral dan material.
Kunjungan ini menegaskan komitmen Muhammadiyah dalam memperkuat jaringan pesantren sebagai pusat pembinaan kader unggul.
Dengan langkah konkret, diharapkan pesantren MGS dapat mengoptimalkan perannya dalam pembangunan bangsa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan