Media Kampung – 05 April 2026 | Irjen Pol Sandi Nugroho selaku Kapolda Sumsel memimpin tim pengamanan pada perayaan Paskah di Gereja St Yoseph, Palembang, pada Sabtu pagi.
Tim tersebut terdiri dari beberapa satuan polisi, satpam gereja, serta relawan masyarakat yang ditempatkan di titik masuk dan sekitar area ibadah.
Pengamanan dimulai sejak pukul lima pagi dengan pemeriksaan identitas dan pemindaian barang bawaan para jemaat.
Hasil inspeksi tidak menemukan ancaman signifikan, sehingga proses masuk ke gereja berlangsung tertib.
Selama ibadah, petugas patroli secara berkala berkeliling untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Polisi juga menyiapkan pos komando di depan gereja untuk koordinasi cepat bila terjadi situasi darurat.
Irjen Sandi Nugroho menegaskan pentingnya kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga ketertiban acara keagamaan.
“Kerja sama ini menunjukkan komitmen bersama untuk melindungi kebebasan beribadah tanpa mengorbankan keamanan publik,” ujar beliau dalam rapat singkat.
Gereja St Yoseph menyiapkan protokol tambahan, termasuk pembatasan jumlah jamaah di dalam ruangan untuk menjaga jarak.
Para pengurus gereja menginformasikan bahwa jumlah peserta diperkirakan mencapai seratus orang, lebih sedikit dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal ini sejalan dengan kebijakan kepolisian yang menganjurkan pengurangan kerumunan pada perayaan keagamaan.
Selain itu, petugas kesehatan setempat berada di lokasi untuk memberikan pertolongan pertama bila diperlukan.
Tak ada laporan gangguan atau tindakan kriminal selama rangkaian ibadah yang berlangsung selama dua jam.
Pengamanan berkesinambungan berlanjut hingga akhir pekan, memastikan area sekitar gereja tetap aman bagi warga yang melintas.
Kepala Divisi Keamanan Publik Polres Palembang menambahkan bahwa seluruh personel telah dilatih khusus untuk menghadapi potensi ancaman terorisme.
Pelatihan tersebut mencakup prosedur evakuasi, penggunaan peralatan deteksi, dan penanganan kerumunan.
Dalam konteks nasional, Paskah tahun ini menjadi salah satu perayaan keagamaan besar yang mendapat sorotan keamanan.
Pemerintah daerah Sumsel sebelumnya telah meningkatkan anggaran keamanan untuk mendukung acara keagamaan selama bulan April.
Statistik kepolisian menunjukkan penurunan signifikan kasus kriminal pada hari-hari perayaan keagamaan dalam lima tahun terakhir.
Para pengunjung mengapresiasi rasa aman yang dirasakan selama ibadah, menganggapnya sebagai faktor utama kenyamanan beribadah.
Seorang jemaat mengungkapkan, “Kami dapat fokus pada doa tanpa rasa khawatir, berkat kerja keras aparat,” kata ia sambil menutup ibadah.
Keberhasilan pengamanan di Gereja St Yoseph diharapkan menjadi contoh bagi penyelenggaraan acara keagamaan serupa di wilayah lain.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa langkah proaktif seperti inspeksi awal dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama.
Dengan situasi tetap tenang, Kapolda Sumsel menutup inspeksi dengan harapan semua perayaan keagamaan mendatang dapat berjalan lancar.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan