Media Kampung – 05 April 2026 | Lakpesdam PBNU resmi memperkenalkan logo baru Harlah ke-41 dalam acara yang diadakan di Jakarta, menandai langkah strategis organisasi dalam memperkuat identitas visualnya. Acara tersebut menegaskan komitmen lembaga dalam menggerakkan agenda dakwah nasional.
Acara tersebut dihadiri oleh tokoh‑tokoh senior PBNU, aktivis dakwah, serta perwakilan lembaga keagamaan lainnya, memperlihatkan dukungan luas terhadap inisiatif ini. Kehadiran mereka mencerminkan konsensus internal mengenai pentingnya simbol baru ini.
Logo baru menampilkan kombinasi warna hijau dan emas, yang melambangkan kesucian serta keberkahan dalam upaya menegakkan peradaban mulia. Desain tersebut dirancang agar mudah dikenali dalam berbagai media komunikasi.
Simbol utama pada logo berupa huruf “H” yang terintegrasi dengan motif kaligrafi tradisional, menggambarkan kesinambungan nilai‑nilai klasik dan modernitas. Elemen kaligrafi dipilih untuk menegaskan identitas Islam yang inklusif.
Tim kreatif internal PBNU menyelesaikan proses seleksi yang melibatkan lebih dari dua puluh konsep visual sebelum menetapkan desain final. Setiap konsep diuji lewat focus group dengan anggota organisasi.
Ketua Lakpesdam PBNU, KH. Ahmad Yani, menyatakan bahwa logo Harlah ke‑41 menjadi simbol komitmen organisasi untuk terus mengembangkan sumber daya manusia yang berkarakter. Ia menegaskan pentingnya visual yang kuat dalam menyampaikan pesan dakwah.
“Kami berharap logo ini dapat menjadi pemicu semangat kolektif dalam mewujudkan peradaban yang mulia,” ujar KH. Ahmad Yani dalam sambutan singkat. Pernyataan tersebut menekankan fokus pada nilai kebangsaan dan keagamaan.
Sekjen PBNU, Dr. H. Yusuf Arifin, menambahkan bahwa Harlah ke‑41 akan difokuskan pada program pembinaan kepemimpinan dan literasi keagamaan. Program tersebut dijadwalkan dilaksanakan secara bertahap selama satu tahun ke depan.
Pelatihan kader, seminar interfaith, serta publikasi materi edukatif berbasis digital menjadi bagian inti agenda tersebut. Upaya digitalisasi diharapkan menjangkau generasi milenial secara efektif.
Peluncuran logo ini bertepatan dengan peringatan ke‑41 Harlah, sekaligus menjadi momentum evaluasi capaian program sebelumnya. Evaluasi tersebut melibatkan audit internal dan masukan dari anggota.
Data internal menunjukkan peningkatan partisipasi anggota PBNU sebesar 12 persen dalam tiga tahun terakhir, menandakan efektivitas strategi pemberdayaan. Angka tersebut diproyeksikan terus naik dengan dukungan visual baru.
Dengan logo baru, Lakpesdam PBNU berharap dapat meningkatkan daya tarik visual dalam kampanye dakwah, terutama di kalangan generasi milenial. Strategi ini meliputi penyesuaian materi promosi di platform media sosial.
Media sosial resmi organisasi telah menyiapkan materi grafis yang menyesuaikan dengan identitas logo, guna memperluas jangkauan informasi. Konten tersebut dirancang dalam format yang mudah dibagikan.
Langkah ini selaras dengan agenda nasional yang menekankan pentingnya nilai‑nilai kebangsaan dan keagamaan dalam membangun peradaban yang inklusif. Pemerintah juga mendorong sinergi lintas lembaga untuk tujuan serupa.
Pengamat independen mencatat bahwa penekanan pada peradaban mulia sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mempromosikan toleransi beragama. Hal ini memperkuat posisi PBNU dalam wacana publik.
Meskipun tantangan sosial masih ada, Lakpesdam PBNU berkomitmen untuk menjalin sinergi dengan lembaga lain demi menciptakan lingkungan yang damai dan produktif. Kerjasama lintas sektor dipandang krusial untuk mengatasi isu‑isu kontemporer.
Secara keseluruhan, peluncuran logo Harlah ke‑41 menandai babak baru dalam perjalanan organisasi, mengukuhkan tekad untuk terus berkontribusi pada peradaban mulia Indonesia. Penutup ini menegaskan arah strategis ke depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan