Media Kampung – 05 April 2026 | Komite III DPD RI melakukan kunjungan langsung ke Kantor Urusan Haji (KUH) di Makkah pada Jumat, 3 April, untuk menilai kesiapan pelaksanaan ibadah haji tahun 2026.

Delegasi dipimpin oleh Dailami Firdaus bersama Jelita Donal, keduanya bertugas mengawasi layanan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.

Kedatangan mereka disambut oleh Direktur Jenderal Pelayanan Haji, Ian Heryawan, serta pejabat teknis Zakaria Anshori.

Pertemuan awal menekankan harapan agar seluruh proses persiapan berjalan lancar tanpa hambatan operasional.

Ian Heryawan menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah Indonesia dan otoritas Saudi dalam menghadapi dinamika global yang dapat memengaruhi keberlangsungan ibadah.

Ia juga meminta masukan konstruktif dari Komite III untuk meningkatkan kualitas layanan jemaah.

Dailami Firdaus menekankan kebutuhan data teknis yang komprehensif, terutama terkait kesiapan Daerah Kerja (Daker) Makkah.

Fokus utama delegasi adalah fasilitas di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, yang menjadi titik kritis selama pelaksanaan haji.

Ia menambahkan bahwa keselamatan, kenyamanan, dan kebersihan harus dijamin secara optimal pada ketiga lokasi tersebut.

Selama inspeksi, tim Komite III memeriksa kondisi hotel yang ditunjuk untuk menampung jemaah Indonesia.

Pemeriksaan mencakup standar kebersihan, keamanan, serta fasilitas pendukung seperti ruang ibadah dan area istirahat.

Selain hotel, delegasi mengunjungi dapur umum yang menyediakan makanan bagi jemaah di Makkah.

Mereka menilai prosedur sanitasi, kualitas bahan pangan, serta kepatuhan pada standar gizi yang disyaratkan oleh otoritas haji.

Hasil inspeksi menunjukkan bahwa sebagian besar fasilitas telah memenuhi kriteria, namun ada beberapa rekomendasi perbaikan.

Rekomendasi tersebut meliputi penambahan jumlah kendaraan khusus untuk transportasi jemaah di fase Arafah.

Selain itu, peningkatan sistem informasi real-time untuk pemantauan kepadatan jamaah di Mina juga diusulkan.

Komite III juga meninjau koordinasi antara KUH Makkah dengan perwakilan Indonesia di Madinah.

Pada kunjungan sebelumnya di Madinah, mereka berdiskusi dengan Zakaria Anshori dan Puji Raharjo mengenai layanan fase awal kedatangan jemaah.

Kedua pertemuan menegaskan pentingnya sinkronisasi prosedur antara dua kota suci untuk menghindari kesenjangan layanan.

Ian Heryawan menegaskan bahwa KUH Makkah berperan sebagai pusat koordinasi strategis yang menghubungkan diplomasi luar negeri dengan manajemen layanan publik.

Ia menambahkan bahwa dukungan logistik, medis, dan keamanan harus terintegrasi secara holistik.

Dailami Firdaus menilai bahwa informasi yang diperoleh selama kunjungan akan dijadikan dasar dalam penyusunan laporan kepada DPR RI.

Laporan tersebut diharapkan dapat memperkuat kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas haji tahun 2026.

Komite III menegaskan komitmen untuk terus memantau pelaksanaan haji hingga pelaksanaan sebenarnya pada musim haji mendatang.

Mereka juga menyiapkan mekanisme evaluasi pasca pelaksanaan untuk mengidentifikasi area perbaikan lebih lanjut.

Kunjungan ini menandai upaya proaktif pemerintah Indonesia dalam memastikan ibadah haji tetap aman, terorganisir, dan berorientasi pada kepuasan jemaah.

Antara lain, koordinasi dengan otoritas Saudi diperkirakan akan memperkuat protokol kesehatan pasca pandemi.

Pemerintah Indonesia menargetkan peningkatan kapasitas jemaah haji pada tahun 2026, sejalan dengan kebijakan pengembangan ekonomi syariah.

Upaya tersebut diharapkan dapat menurunkan biaya perjalanan serta meningkatkan aksesibilitas bagi calon jemaah dari seluruh provinsi.

Secara keseluruhan, inspeksi Komite III memberikan gambaran bahwa persiapan haji 2026 berada pada jalur yang tepat, meski tetap memerlukan penyesuaian teknis.

Pemerintah menegaskan bahwa setiap langkah akan diambil untuk menjamin keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran ibadah haji bagi umat Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.