Media Kampung – 05 April 2026 | Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi melantik kepengurusan baru PCNU Banyuwangi untuk periode 2026–2031 pada Sabtu, 4 April 2026, yang bertempat di GOR Pondok Pesantren Minhajut Thullab, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar.
Acara pelantikan menandai langkah strategis organisasi untuk memperkuat jaringan dakwah di tingkat kabupaten, terutama setelah beberapa tahun terakhir dinilai kurang optimal pada tingkat cabang atau ranting.
Dalam susunan kepengurusan baru, KH Fachruddin Mannan terpilih sebagai Rais Syuriyah, sementara posisi Ketua Tanfidziyah diemban oleh Ahmad Turmudi.
Prosesi dimulai dengan pembacaan syahadat, pembacaan ayat Al‑Qur’an, dan selawat Nabi yang dipimpin perwakilan PBNU, menegaskan sifat khidmat acara.
Berbagai tokoh lintas sektor hadir, termasuk perwakilan Forkopimda, para kiai, ormas Islam, pengusaha, pimpinan partai politik, serta pejabat daerah, menandakan dukungan luas terhadap organisasi.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, serta mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Abdullah Azwar Anas, turut memberikan sambutan, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung peran NU.
KH Muhib Aman Ali mewakili PBNU, sedangkan PWNU diwakili oleh KH Misbahul Munir dan KH Muh Balya Firjaun Barlaman, menandai sinergi antara tingkat pusat dan provinsi.
KH Fachruddin Mannan menegaskan bahwa kepengurusan baru akan berkolaborasi erat dengan pemerintah daerah, memusatkan upaya pada tiga pilar utama: pendidikan, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia menambahkan, penyatuan pondok pesantren di banyuwangi diharapkan dapat mempercepat penyelesaian program pembangunan wilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ahmad Turmudi, selaku Ketua Tanfidziyah, menekankan pentingnya sinergi dengan pemerintah dan seluruh stakeholder dalam bidang sosial kemasyarakatan, serta menolak pendekatan isolasi.
Turmudi mengakui bahwa konsolidasi di tingkat bawah belum optimal, menyebabkan banyak ranting kurang aktif dan kehilangan gerakan keagamaan yang dibutuhkan masyarakat.
Sebagai respons, setelah pelantikan, PCNU Banyuwangi akan mengadakan rapat internal bersama Mustasyar, Syuriyah, dan Tanfidziyah untuk merumuskan program prioritas dan agenda kerja tahunan.
Rapat kerja tersebut diikuti oleh perwakilan lembaga otonom (Banom) dan akan meluas hingga ke tingkat ranting, masjid, serta musala, guna memastikan kehadiran NU di setiap sudut kabupaten.
KH Fachruddin Mannan menegaskan, gerakan tersebut penting karena banyak umat yang merindukan kehadiran organisasi keagamaan yang aktif, khususnya di daerah pedesaan.
Ketua panitia pelantikan, H. Junaedi, mengapresiasi kelancaran acara dan menyebut dukungan kiai, aparat keamanan, Banser, serta Pagar Nusa sebagai faktor utama keberhasilan.
Bupati Ipuk Fiestiandani menyampaikan harapan bahwa kepengurusan baru akan memperkuat persatuan ulama serta menjadi contoh kepemimpinan bagi generasi muda.
Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Banyuwangi untuk terus mendukung inisiatif NU dalam rangka mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan warga.
Dengan fokus pada konsolidasi ranting, penyatuan pesantren, dan kerja sama lintas sektor, PCNU Banyuwangi berharap dapat mengembalikan dinamika keagamaan yang sempat melambat dalam beberapa tahun terakhir.
Langkah-langkah tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat basis keagamaan, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan sosial dan ekonomi daerah.
Pelantikan ini menandai awal periode baru bagi NU di Banyuwangi, dengan agenda yang jelas dan dukungan luas dari pemerintah, tokoh agama, serta masyarakat luas.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan