Media Kampung – 11 Maret 2026 | Ramadan 1447 H terus berlanjut, dan jutaan umat Islam di seluruh Indonesia menantikan panggilan adzan maghrib untuk menandai waktu berbuka puasa. Pada Selasa, 10 Maret 2026, Kementerian Agama RI melalui portal bimasislam.kemenag.go.id telah merilis jadwal resmi sholat lima waktu, termasuk maghrib, untuk seluruh wilayah Indonesia. Berikut rangkuman waktu adzan maghrib di tiga kota besar: Semarang, Kendari, dan Bone.
Jadwal Adzan Maghrib di Semarang
Di Kota Semarang, Jawa Tengah, waktu adzan maghrib diperkirakan sekitar pukul 18.01 WIB. Jadwal ini diambil dari data resmi Kemenag yang mencakup seluruh wilayah Jawa Tengah. Masyarakat Semarang dapat menyesuaikan waktu berbuka puasa dengan menunggu panggilan adzan yang biasanya terdengar di masjid-masjid utama kota, termasuk Masjid Agung Jawa Tengah.
Jadwal Adzan Maghrib di Kendari
Untuk wilayah Kendari, Sulawesi Tenggara, Kementerian Agama mencatat waktu maghrib pada pukul 18.08 WITA. Waktu ini menjadi patokan bagi ribuan puasa yang menunggu azan untuk berbuka. Sebagai tambahan, artikel detikSulsel menekankan pentingnya membaca doa berbuka setelah azan, mengutip doa riwayat Abu Daud yang mengandung harapan pahala dan rasa syukur.
Jadwal Adzan Maghrib di Bone
Di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, adzan maghrib dijadwalkan pada pukul 18.17 WITA. Penetapan waktu ini mengikuti standar yang ditetapkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI. Seperti halnya di Kendari, masyarakat Bone juga dianjurkan membaca doa berbuka puasa setelah azan, dengan meneladani sunnah Nabi Muhammad SAW.
Rangkuman Waktu Adzan Maghrib
- Semarang (WIB): 18.01
- Kendari (WITA): 18.08
- Bone (WITA): 18.17
Ketiga waktu tersebut mencerminkan perbedaan zona waktu Indonesia (WIB, WITA) serta faktor geografis yang memengaruhi terbitnya matahari. Meskipun perbedaan hanya beberapa menit, masing‑masing komunitas Muslim menyesuaikan aktivitas mereka, mulai dari menyiapkan makanan berbuka hingga melaksanakan sholat maghrib tepat waktu.
Selain sekadar menandai waktu berbuka, adzan maghrib juga menjadi momen kebersamaan. Di banyak masjid, warga berkumpul untuk berbuka bersama, memperkuat ikatan sosial dan spiritual. Di era digital, banyak aplikasi mobile yang menampilkan notifikasi adzan, membantu umat yang berada di luar rumah atau sedang beraktivitas untuk tidak melewatkan panggilan penting ini.
Para ulama menekankan bahwa selain menunggu azan, penting juga untuk menyiapkan niat yang tulus dan memperbanyak doa. Doa yang sering dibacakan antara lain doa yang diriwayatkan oleh Abu Daud: “Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsbatal ajru in syaa Allah” yang artinya: “Telah hilang dahaga, tenggorokan basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah.”
Dengan jadwal resmi yang telah dipublikasikan, umat Islam di seluruh Indonesia dapat melaksanakan ibadah puasa dengan lebih teratur dan khusyuk. Semoga Ramadan ini membawa kedamaian, kesehatan, serta keberkahan bagi seluruh lapisan masyarakat.









Tinggalkan Balasan