Media Kampung – 04 April 2026 | Pemkot Surabaya meningkatkan upaya mitigasi banjir dengan mengintegrasikan pembangunan rumah pompa, pembuatan saluran drainase, dan rehabilitasi jaringan kanal di beberapa wilayah. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi genangan pada musim hujan mendatang.

Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa penanganan tidak hanya mengandalkan pompa, melainkan juga menghubungkan kanal kecil di perkampungan ke jaringan utama yang mengalir ke laut. Koneksi ini menjadi tulang punggung strategi aliran air kota.

Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya telah memetakan jaringan saluran yang ada, lalu menyambungkannya ke rumah pompa terdekat sebelum mengalirkannya ke laut. Proses ini melibatkan pengeboran, pemasangan pipa, dan penguatan struktur kanal.

Hingga kini, pemkot menargetkan penyelesaian beberapa proyek rumah pompa di kawasan Simo Kalangan dan Tanjungsari sebelum akhir tahun. Kedua lokasi dipilih karena tingkat rawan banjir yang tinggi dan kepadatan penduduk.

Selain rumah pompa, pemerintah kota juga melakukan pengerukan dan pelebaran kanal di wilayah Kalianak yang sebelumnya menyempit drastis. Dulu lebar kanal mencapai 30 meter, kini terhambat oleh pemukiman padat sehingga menyusut menjadi 50 sentimeter.

Eri Cahyadi menekankan pentingnya mengembalikan fungsi kanal untuk menghindari meluapnya air ke permukiman. Ia meminta penduduk setempat berpartisipasi dalam menertibkan zona aliran dan menghindari pembangunan liar.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah tingginya biaya operasional rumah pompa, terutama konsumsi listrik. Pemkot telah membuka pembicaraan dengan PLN untuk mencari solusi tarif khusus fasilitas umum.

Wali Kota juga menyampaikan permohonan bantuan kepada kementerian terkait agar subsidi energi dapat mengurangi beban operasional. Ia menekankan bahwa infrastruktur tersebut merupakan layanan publik, bukan kepentingan pribadi.

Untuk menekan biaya, DSDABM menguji penggunaan panel surya sebagai sumber energi alternatif pada beberapa unit pompa. Hasil uji coba awal menunjukkan potensi penghematan hingga 30 persen.

Pemerintah kota menyiapkan anggaran khusus dalam APBD 2025 untuk memperluas jaringan rumah pompa dan mengoptimalkan drainase. Prioritas alokasi dana difokuskan pada daerah rawan banjir di wilayah selatan dan barat Surabaya.

Pendekatan holistik ini juga melibatkan koordinasi lintas sektor, termasuk Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Sinergi diharapkan mempercepat penyelesaian proyek dan meningkatkan efektivitasnya.

Data meteorologi menunjukkan peningkatan curah hujan tahunan di wilayah Surabaya selama dekade terakhir. Kondisi ini memperkuat urgensi investasi pada infrastruktur pengendalian air.

Sebagai bagian dari edukasi publik, pemkot meluncurkan kampanye “Jaga Saluran, Jaga Kota” yang mengajak warga melaporkan saluran tersumbat melalui aplikasi resmi. Partisipasi masyarakat menjadi faktor kunci keberhasilan program.

Wali Kota Eri Cahyadi menutup pertemuan dengan menegaskan bahwa penanggulangan banjir membutuhkan komitmen bersama antara pemerintah dan warga. “Kita harus bersinergi, bukan berkompetisi, demi keamanan bersama,” ujarnya.

Meskipun tantangan teknis dan finansial masih ada, progres yang terlihat pada proyek rumah pompa Simo Kalangan menunjukkan bahwa target jangka pendek dapat tercapai. Pembangunan tersebut dijadwalkan selesai pada kuartal ketiga 2024.

Revitalisasi kanal Kalianak diharapkan selesai pada akhir 2024, setelah proses relokasi penduduk dan pembersihan sampah. Keberhasilan ini diharapkan meningkatkan kapasitas aliran air hingga tiga kali lipat.

Analisis independen dari lembaga riset lokal memperkirakan bahwa peningkatan kapasitas drainase dapat menurunkan risiko banjir hingga 45 persen pada skala kota. Hal ini sejalan dengan kebijakan nasional mitigasi banjir.

Seluruh langkah tersebut menjadi bagian dari program “Surabaya Tangguh Banjir 2025” yang dicanangkan oleh pemkot pada awal tahun. Program ini mencakup tiga pilar utama: infrastruktur, edukasi, dan pendanaan.

Pemerintah kota mengundang investor swasta untuk berpartisipasi dalam proyek energi terbarukan yang mendukung operasi rumah pompa. Skema kemitraan publik‑swasta diharapkan mempercepat adopsi teknologi ramah lingkungan.

Dengan kombinasi investasi, kolaborasi lintas sektor, dan partisipasi warga, Pemkot Surabaya bertekad mengurangi frekuensi dan dampak banjir dalam beberapa tahun mendatang. Upaya ini diharapkan menjadikan Surabaya kota yang lebih aman dan berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.