Media Kampung – 03 April 2026 | Pemkot Surabaya memastikan pasokan bahan pokok tetap aman dan harga stabil memasuki April 2026. Evaluasi Maret 2026 menjadi acuan untuk memperkuat kebijakan ke depan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Surabaya, Nanik Sukristina, menyatakan bahwa pemantauan rutin di pasar tradisional dan modern menunjukkan kondisi pasokan yang baik. Ia menambahkan bahwa hasil evaluasi Maret menegaskan keberlanjutan ketersediaan pangan.

Indeks Kecukupan Pangan (IKP) kota tercatat 3,13 pada Maret, menandakan stok cukup untuk memenuhi kebutuhan warga. Cadangan beras di gudang Bulog juga berada pada level yang mendukung stabilitas pasokan.

Dengan persediaan beras yang memadai, pihak berwenang optimistis harga beras akan tetap terjaga. Nanik menegaskan bahwa stok yang ada memungkinkan distribusi yang merata ke seluruh wilayah.

Sektor peternakan juga mendapat perhatian, dengan pasokan daging yang dinilai aman. Aktivitas pemotongan di Rumah Potong Hewan (RPH) dan Tempat Pemotongan Hewan (TPH) tetap berjalan lancar.

Pemerintah kota akan melanjutkan operasi pasar murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) pada April. Program tersebut difokuskan pada komoditas strategis seperti beras, gula, dan minyak goreng.

Intensifikasi GPM diharapkan menurunkan tekanan harga di pasar tradisional dan swalayan. Tim pelaksana menargetkan agar konsumen dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

Selain distribusi, pemkot juga mendukung produksi lokal melalui pembagian bibit dan penyediaan sarana pertanian. Upaya tersebut diarahkan pada hortikultura dan tanaman pangan lainnya.

Dukungan produksi diharapkan memperkuat ketahanan pangan jangka panjang kota. Nanik menambahkan bahwa peningkatan output petani kecil dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan eksternal.

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berkoordinasi dengan Dinas Pangan untuk memantau harga harian. Sistem pemantauan ini memungkinkan respons cepat terhadap fluktuasi pasar.

Data harga yang dikumpulkan diproses secara real time dan disebarluaskan kepada publik. Transparansi tersebut membantu konsumen membuat keputusan pembelian yang lebih bijak.

Pada minggu pertama April, TPID mencatat stabilitas harga beras di kisaran Rp12.000‑Rp13.000 per kilogram. Harga daging ayam dan sapi juga tetap berada dalam rentang yang dapat dijangkau mayoritas rumah tangga.

Pemerintah kota menyiapkan stok darurat untuk mengantisipasi gangguan pasokan yang tidak terduga. Cadangan ini dapat diaktifkan dalam waktu singkat bila terjadi lonjakan permintaan.

Kebijakan harga terkendali sejalan dengan upaya menurunkan inflasi kota yang saat ini berada di bawah 2 persen. Nanik menegaskan bahwa kontrol harga bahan pokok adalah prioritas utama.

Masyarakat Surabaya diharapkan dapat melanjutkan aktivitas sehari-hari tanpa beban kenaikan harga yang signifikan. Pemerintah berjanji akan terus mengawasi pasar dan menyesuaikan strategi bila diperlukan.

Sebagai bagian dari transparansi, laporan evaluasi bulanan akan dipublikasikan di portal resmi pemkot. Langkah ini memberi ruang bagi warga untuk menilai kinerja pemerintah secara objektif.

Penguatan jaringan distribusi melibatkan operator logistik dan pedagang tradisional. Kolaborasi ini mempercepat aliran barang dari gudang pusat ke pasar pinggiran.

Pada fase berikutnya, pemkot berencana memperluas program bibit unggul ke daerah yang belum terjangkau. Targetnya adalah meningkatkan produktivitas pertanian hingga 5 persen dalam satu tahun.

Upaya tersebut didukung oleh alokasi anggaran khusus yang dialokasikan dalam APBD 2026. Dana ini mencakup subsidi bibit, pupuk, dan pelatihan petani.

Secara keseluruhan, kebijakan terintegrasi menekankan pada tiga pilar: ketersediaan, distribusi, dan harga. Sinergi antara dinas terkait diharapkan menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Pemerintah kota menutup pernyataan dengan menekankan komitmen memberikan rasa aman kepada masyarakat. Nanik menegaskan bahwa pasokan pangan aman, distribusi lancar, dan harga terkendali akan tetap menjadi fokus utama.

Dengan fondasi tersebut, Surabaya diproyeksikan dapat mempertahankan stabilitas bahan pokok sepanjang tahun 2026. Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta menjaga ketahanan pangan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.