Media Kampung – 03 April 2026 | Pemkot Surabaya mengumumkan rencana pembangunan rumah susun sederhana milik (Rusunami) khusus untuk generasi Z yang baru menikah, terutama ASN yang berdomisili di kota tersebut. Proyek ini akan ditempatkan di dua lokasi strategis, yakni kawasan Tambak Wedi dan Rungkut.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan bahwa unit Rusunami yang direncanakan berbeda dari model sebelumnya yang hanya menyediakan satu kamar tidur; setiap unit akan memiliki dua kamar, sehingga dapat menampung pasangan muda beserta anak kecil di masa depan. Fasilitas tambahan seperti lift mirip apartemen juga akan disediakan untuk memudahkan mobilitas penghuni.
Bangunan akan dilengkapi dengan lift mirip apartemen untuk memudahkan mobilitas penghuni, serta area bermain anak, ruang serbaguna, dan taman hijau terbatas sebagai penunjang kenyamanan. Desain vertikal ini diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan lahan di kawasan perkotaan yang padat.
Harga jual diperkirakan berada di bawah Rp 500 juta, dengan varian mulai dari Rp 100 juta hingga Rp 200 juta tergantung tipe dan lokasi, menjadikannya kompetitif dibandingkan pasar apartemen yang biasanya jauh lebih mahal. Angka tersebut dianggap mampu menjangkau pasangan muda berpenghasilan menengah ke bawah.
Eri Cahyadi menegaskan bahwa pembiayaan dapat didukung oleh aset pemerintah kota bila diperlukan, guna memastikan rumah tetap terjangkau bagi pasangan muda berpenghasilan rendah. Kebijakan ini bertujuan mengurangi beban biaya perumahan bagi generasi yang baru memulai keluarga.
Ia juga membedakan Rusunami dengan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa), yang dibangun dan dikelola pemerintah dengan skema sewa; Rusunami akan dibangun oleh pihak swasta dan dibeli oleh penghuni, memberikan kepemilikan jangka panjang. Pendekatan ini diharapkan meningkatkan rasa tanggung jawab pemilik terhadap perawatan fasilitas.
Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) menambahkan bahwa Surabaya memiliki populasi Gen Z yang sangat besar, diproyeksikan mencapai 80 persen pada tahun 2029. Oleh karena itu, kebijakan perumahan khusus ini dianggap strategis untuk mengantisipasi permintaan masa depan.
APEKSI juga menekankan bahwa program ini diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup warga miskin yang selama ini tinggal di Rusunawa; dengan memiliki properti, generasi Z dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga mereka. Inisiatif ini sejalan dengan agenda pengentasan kemiskinan kota.
Persyaratan pembelian Rusunami meliputi status sebagai warga Surabaya, termasuk keluarga berpenghasilan rendah, serta berusia Gen Z dan baru menikah. Pemerintah akan melakukan verifikasi kemampuan finansial sebelum memberikan hak kepemilikan.
Proses seleksi akan melibatkan verifikasi dokumen kependudukan, bukti pendapatan, serta surat nikah sebagai bukti status pernikahan; calon pembeli yang tidak memenuhi kriteria akan dialihkan ke program perumahan lain yang tersedia. Mekanisme ini dirancang untuk menjaga transparansi dan keadilan.
Rencana pembangunan di Tambak Wedi diperkirakan selesai dalam tiga tahun, sementara proyek di Rungkut ditargetkan selesai dalam waktu yang sama; kedua kawasan dipilih karena kedekatannya dengan pusat transportasi publik dan fasilitas kota. Kedekatan ini diharapkan menurunkan ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Pemerintah kota juga berencana mengintegrasikan Rusunami dengan jaringan transportasi massal, seperti bus rapid transit (BRT) dan kereta komuter, untuk memudahkan mobilitas penduduk. Langkah ini sejalan dengan kebijakan kota yang mengedepankan pembangunan berkelanjutan.
Analisis ekonomi menunjukkan bahwa penyediaan rumah dengan dua kamar dan lift dapat meningkatkan nilai properti di kawasan sekitar, sekaligus menarik investasi swasta. Pendekatan kemitraan publik‑swasta diharapkan mempercepat realisasi proyek.
Kritik terhadap program ini masih muncul, terutama terkait alokasi lahan dan potensi kenaikan biaya konstruksi; namun, Wali Kota menegaskan bahwa anggaran telah dialokasikan secara khusus dan tidak akan mengganggu program pembangunan lain. Transparansi penggunaan dana menjadi prioritas utama.
Secara keseluruhan, inisiatif Rusunami khusus Gen Z menjadi langkah konkret pemkot surabaya untuk menanggulangi masalah perumahan yang semakin mendesak, sekaligus memberikan peluang kepemilikan properti bagi generasi muda. Diharapkan proyek ini dapat menjadi model bagi kota lain dalam menyediakan hunian terjangkau bagi generasi muda.
Pemerintah kota berjanji akan menyediakan subsidi tambahan bagi calon pembeli yang berada pada tingkat kemiskinan ekstrem, dengan harapan dapat menurunkan beban cicilan bulanan. Mekanisme subsidi tersebut akan diatur melalui program bantuan perumahan yang dikelola Dinas Perumahan dan Permukiman.
Dengan komitmen ini, Surabaya menegaskan posisinya sebagai kota yang proaktif dalam menciptakan solusi perumahan inovatif, sekaligus memperkuat kesejahteraan generasi Z yang menjadi tulang punggung masa depan daerah. Implementasi program diharapkan memberi dampak positif bagi pertumbuhan sosial‑ekonomi kota.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan