Media Kampung – 05 April 2026 | Pada 4 April 2026, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo merayakan ulang tahunnya yang ke‑42 dengan suasana yang berbeda dari biasanya.
Area Pendopo Rakyat yang biasanya dipenuhi karangan bunga justru dipenuhi ribuan bibit pohon, menandakan perubahan fokus ke upaya penghijauan.
Seorang pengusaha lokal yang dikenal sebagai Kotel Gold menyumbangkan 5.000 bibit gmelina sebagai bagian dari perayaan.
Kotel Gold menegaskan bahwa bibit‑bibit tersebut bukan hadiah pribadi, melainkan sumbangan publik untuk memperbaiki lahan yang rawan banjir di seluruh kabupaten.
Bupati mengungkapkan harapan bahwa penanaman bibit ini akan menjadi warisan hijau bagi generasi mendatang.
Pemerintah daerah berencana menyalurkan bibit‑bibit itu ke kecamatan dengan tingkat kerawanan banjir tinggi, termasuk Pate Alos Besuki.
Gmelina dipilih karena pertumbuhannya cepat dan sistem perakarannya yang kuat dapat menahan air serta menstabilkan tanah.
Para pakar lingkungan mencatat bahwa penanaman gmelina dapat mengurangi limpasan permukaan dan memperbaiki stabilitas lereng, penting bagi wilayah yang rawan hujan lebat.
Langkah ini selaras dengan program adaptasi iklim daerah yang ditargetkan meningkatkan tutupan hutan sebesar 10 % pada tahun 2030.
Lembaga swadaya masyarakat setempat memuji sinergi antara warga dan pemerintah, menyebutnya contoh perayaan publik yang bermanfaat.
Warga yang terlibat dalam pengumpulan bibit menyatakan rasa memiliki, menganggap pohon‑pohon itu sebagai pengingat tanggung jawab kolektif.
Bagian dari kantor Bupati menambahkan bahwa tim monitoring akan memantau tingkat kelangsungan hidup bibit yang ditanam dan melaporkan hasilnya secara berkala.
Jika berhasil, model ini dapat diadaptasi oleh kabupaten tetangga untuk memperluas jaringan ekologi di wilayah Jawa Timur.
Acara ulang tahun tersebut berubah menjadi aksi massal penghijauan, menunjukkan potensi pemanfaatan momentum seremonial untuk pembangunan berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan