Media Kampung – 04 April 2026 | Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, turun langsung ke perairan Jangkar untuk memantau operasi pencarian korban jatuh dari KMP Dharma Kartika.

Pencarian memasuki hari keempat sejak insiden yang terjadi pada Minggu (29/3/2026) di Selat Madura, namun nasib Tohari, penumpang berusia 31 tahun dari Desa Karangnangka, masih belum terungkap.

Tim SAR Gabungan yang dipimpin Kapal Negara P 498 milik KSOP Kelas IV Panarukan, dipandu oleh Kapten Zainur, melanjutkan penyisiran di titik koordinat Man Over Board (MOB) awal.

Wabup Ulfiyah bergabung dengan tim, memberikan dukungan moral dan memastikan koordinasi sumber daya berjalan optimal.

Anggota tim meliputi Basarnas, BPBD Situbondo, TNI Angkatan Laut, Satpol PP, Polres Situbondo, serta relawan dan nelayan lokal.

Operasi menggunakan kapal patroli KN P 498, beberapa kapal TNI AL, perahu karet (LCR), dan kapal nelayan yang membantu menyisir jalur yang diperkirakan menjadi rute hanyut korban.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat, khususnya para nelayan yang dapat melaporkan tanda‑tanda keberadaan korban kepada petugas berwenang.

Kepala Tim SAR menambahkan bahwa pencarian kini diperluas ke wilayah perairan sekitar Selat Madura untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus.

Kendala utama pencarian adalah kondisi laut yang berombak serta visibilitas yang terbatas pada pagi hari.

Meskipun demikian, tim tetap melakukan penyelaman terkontrol menggunakan peralatan sonar untuk mendeteksi benda di dasar laut.

Wabup Ulfiyah menegaskan tidak ada jeda dalam pengerahan sumber daya sampai korban dapat ditemukan atau dipastikan tidak selamat.

Ia juga meminta agar semua pihak tetap tenang dan memberikan ruang bagi tim SAR menyelesaikan tugas tanpa tekanan eksternal.

Keluarga korban, yang menunggu kabar, dilaporkan berada di Sumenep dan menerima dukungan moral dari pemerintah daerah.

Pihak kepolisian setempat terus melakukan penyelidikan mengenai penyebab penumpang jatuh ke laut selama perjalanan mudik.

Sementara itu, kapal KMP Dharma Kartika melanjutkan perjalanan setelah insiden, namun operator kapal diminta menurunkan kecepatan di zona rawan.

Pemerintah Kabupaten Situbondo menyatakan komitmen penuh terhadap keselamatan pelayaran di wilayahnya, termasuk peningkatan patroli laut.

Koordinasi dengan KSOP Panarukan memungkinkan alokasi kapal dan personel tambahan bila diperlukan dalam minggu mendatang.

Masyarakat setempat diimbau untuk tidak melakukan penangkapan ikan di zona pencarian demi menghindari gangguan operasional.

Relawan lokal turut membantu menyiapkan perlengkapan logistik, makanan, serta tempat istirahat bagi tim SAR yang bekerja berjam‑jam.

Data cuaca hari ini menunjukkan angin barat daya dengan kecepatan sedang, kondisi yang dianggap tidak menghalangi pencarian lebih lanjut.

Tim SAR menargetkan penyelesaian operasi pencarian dalam dua hari ke depan, mengingat batas waktu penyelidikan yang ditetapkan.

Jika korban tidak ditemukan, prosedur resmi akan dilanjutkan untuk pengurusan jenazah sesuai aturan yang berlaku.

Wabup menutup kunjungan dengan harapan agar proses pencarian berjalan lancar dan keluarga korban mendapat kepastian secepatnya.

Pihak berwenang tetap membuka jalur komunikasi bagi siapa saja yang memiliki informasi terkait keberadaan korban.

Berita ini akan terus diperbarui seiring perkembangan situasi di lapangan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.