Media Kampung – 01 April 2026 | Parlemen Kabupaten Pasuruan menggelar sidang paripurna pada Senin, 30 Maret, untuk mendengarkan Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten (LKPJ) 2025 yang disampaikan oleh Bupati Rusdi Sutejo.
Rapat berlangsung di ruang rapat Paripurna gedung DPRD, dengan kehadiran jajaran Forkopimda, organisasi kemasyarakatan, dan perwakilan masyarakat.
Dalam penyampaiannya, Bupati menyoroti sejumlah proyek infrastruktur utama yang telah selesai dalam setahun terakhir.
Jalan arteri yang menghubungkan pusat kota Pasuruan dengan zona industri dipercepat, memotong waktu tempuh sekitar lima belas menit, sementara jembatan baru di atas Sungai Brantas kini melayani kendaraan dan pejalan kaki.
Selain pembangunan fisik, laporan juga menampilkan program pengembangan sumber daya manusia, termasuk pelatihan vokasi bagi pemuda.
Lebih dari tiga ribu peserta telah terdaftar dalam program yang dirancang untuk menyesuaikan keterampilan dengan kebutuhan pasar kerja lokal.
LKPJ mencatat serangkaian penghargaan yang diterima pemerintah daerah pada tingkat regional dan nasional.
Penghargaan “Best Regional Governance” dari Kementerian Dalam Negeri dan trofi “Innovation in Public Services” dari forum sipil nasional menjadi bukti pengakuan atas kinerja yang transparan dan efisien.
Setelah presentasi, Ketua DPRD Samsul Hidayat menyampaikan apresiasi resmi atas kepemimpinan Bupati.
“Kerja sama antara eksekutif dan legislatif telah menghasilkan dampak nyata bagi warga Pasuruan,” ungkapnya.
Samsul menambahkan, “Kami menghargai Bupati Rusdi dan timnya atas pembangunan jalan, jembatan, serta fasilitas publik yang meningkatkan aksesibilitas.”
Ia juga menyoroti banyaknya penghargaan yang diraih, menafsirkan hal tersebut sebagai bukti konsistensi kinerja.
“Menerima penghargaan dari tingkat regional hingga nasional menunjukkan kebijakan kami efektif dan terimplementasi dengan baik,” tambahnya.
Anggota DPRD menegaskan komitmen untuk terus mendukung agenda Bupati dan mengawasi pelaksanaan proyek ke depan.
Mereka berjanji memastikan akuntabilitas fiskal serta kualitas pelayanan publik.
Menanggapi, Bupati Rusdi berterima kasih atas pengawasan konstruktif DPRD.
Ia menekankan bahwa pengambilan keputusan bersama mempercepat penyelesaian proyek dan mengoptimalkan alokasi sumber daya.
Regent juga mengumumkan alokasi tambahan dalam anggaran mendatang untuk memperluas jaringan pasokan air bersih.
Targetnya mencakup lima puluh ribu rumah tangga yang belum memiliki akses air yang handal.
Ia menyoroti peluncuran dashboard digital yang memantau progres proyek secara real‑time, guna meningkatkan akuntabilitas publik.
Data LKPJ menunjukkan penurunan tingkat pengangguran menjadi 4,2 persen, level terendah dalam lima tahun terakhir.
Penurunan tersebut dikaitkan dengan pertumbuhan ekonomi yang dipicu oleh infrastruktur dan program pelatihan keterampilan.
Program dukungan pertanian juga disampaikan, dengan subsidi peralatan modern bagi petani kecil.
Inisiatif ini diharapkan meningkatkan produktivitas dan menstabilkan pasokan pangan daerah.
Peningkatan sektor kesehatan meliputi renovasi tiga puskesmas dan pengadaan klinik bergerak.
Langkah tersebut bertujuan memperluas layanan kesehatan primer ke desa‑desa terpencil.
Reformasi pendidikan mencakup pembangunan dua sekolah menengah baru serta distribusi perangkat belajar digital.
Bupati menegaskan kualitas pendidikan sebagai faktor utama daya saing jangka panjang Pasuruan.
Upaya lingkungan meliputi penanaman dua puluh ribu pohon di tepi sungai untuk mengurangi risiko banjir.
Proyek pengelolaan sampah juga diluncurkan bekerja sama dengan sektor swasta.
Sidang diakhiri dengan suara bulat DPRD yang memberikan kepercayaan pada laporan kinerja 2025.
Anggota DPRD menandatangani pernyataan resmi yang mendukung kelanjutan kebijakan pembangunan saat ini.
Pengamat dari LSM lokal memuji keterbukaan data dan mengajak partisipasi masyarakat lebih luas.
Mereka menyerukan agar administrasi tetap fokus pada keadilan sosial dan pemerataan manfaat.
Media regional meliput acara ini, menyoroti Pasuruan sebagai contoh keberhasilan pembangunan di Jawa Timur.
Analis menilai kombinasi investasi infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia sebagai formula pertumbuhan berkelanjutan.
Walaupun merayakan pencapaian, pejabat mengakui tantangan seperti keterbatasan anggaran dan kebutuhan peningkatan kesiapsiagaan bencana.
Mereka menegaskan bahwa tahun anggaran berikutnya akan memprioritaskan langkah‑langkah ketahanan.
Secara keseluruhan, sidang paripurna menegaskan tahun yang ditandai oleh pembangunan infrastruktur luas, banyak penghargaan, serta kerja sama legislatif‑eksekutif yang produktif.
Apresiasi DPRD mencerminkan keyakinan bahwa Kabupaten Pasuruan akan terus melangkah menuju pembangunan inklusif yang berkelanjutan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan