Media Kampung – 06 April 2026 | Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani turun ke Kelurahan Gununggedangan, Mojokerto, untuk mengawasi penyaluran bantuan pangan. Kunjungan dilakukan pada Sabtu 4 April 2026.
Penyaluran merupakan bagian dari program stimulus pemerintah yang menargetkan 33,2 juta penerima di seluruh Indonesia. Setiap keluarga penerima mendapat 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk periode Februari‑Maret 2026.
Di Gununggedangan tercatat 832 penerima, dengan 580 keluarga sudah menerima paket sebelumnya. Pada hari itu 252 paket tambahan diserahkan, sehingga tingkat realisasi mencapai 100 persen.
Direktur Utama menegaskan kehadirannya bertujuan memastikan bantuan sampai pada rumah yang berhak. Ia menambahkan bahwa kelengkapan paket menjadi kunci menjaga daya beli masyarakat berpendapatan rendah.
“Kami ingin memastikan setiap penerima menerima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng secara lengkap,” ujar Rizal. Pernyataan itu menegaskan komitmen Bulog terhadap kesejahteraan warga.
Ia juga menyoroti peran bantuan pangan sebagai instrumen menstabilkan harga kebutuhan pokok. “Program ini bukan sekadar bantuan, melainkan upaya menahan inflasi bahan makanan,” katanya.
Selain itu, Rizal mengimbau publik untuk tidak terpengaruh rumor kenaikan harga bahan pokok atau BBM. Ia menyarankan penggunaan pekarangan rumah melalui program “apotek hidup” untuk memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menyambut baik kunjungan Bulog. Ia mencatat bahwa total keluarga penerima di kota tersebut mencapai 14.507 menurut data DTSEN Kementerian Sosial.
“Penyaluran hari ini merupakan tahap akhir menjelang Idulfitri, sehingga hampir seluruh keluarga telah menerima bantuan,” kata Ika. Pernyataan tersebut menegaskan keseriusan pemerintah daerah dalam mendukung program pusat.
Acara di Kantor Kelurahan Gununggedangan dihadiri perwakilan Forkopimda, termasuk Kepala Wilayah Bulog Jawa Timur Langgeng Wisnu Adinugroho. Kehadiran tokoh militer dan kepolisian juga menambah kesan transparansi.
Danrem 082/CPYJ Kolonel Inf. Batara Alex Bulo, Dandim 0815/Mojokerto Letkol Abi Swanjoyo, serta Kapolres Mojokerto AKBP Herdiawan Arifianto ikut memantau proses. Hal ini menunjukkan sinergi antar lembaga dalam penyaluran sosial.
Bulog Cabang Mojokerto, dipimpin Muhammad Husin, melaporkan bahwa distribusi berjalan lancar tanpa hambatan logistik. Pihaknya menyiapkan cadangan stok untuk mengantisipasi kebutuhan mendadak.
Pemerintah berharap program Bantuan Pangan dapat menjaga stabilitas harga beras nasional. Dengan pasokan yang terjamin, tekanan pada konsumen berpendapatan rendah dapat diminimalisir.
Analisis ekonomi nasional memperkirakan bahwa bantuan sebesar ini dapat menyerap sebagian dampak inflasi global. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada akurasi data penerima.
Data DTSEN menjadi acuan utama dalam menentukan keluarga yang layak menerima. Pemerintah daerah terus memperbaharui basis data untuk menghindari duplikasi atau kelalaian.
Kegiatan penyerahan paket dilakukan secara tertib, dengan verifikasi identitas penerima. Setiap rumah menerima tanda terima sebagai bukti penerimaan.
Masyarakat yang menerima bantuan menyatakan rasa lega karena kebutuhan pokok terpenuhi menjelang Lebaran. Beberapa mengaku akan memanfaatkan minyak goreng untuk usaha kecil di rumah.
Penutup, kunjungan Dirut Bulog menegaskan komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam menjamin ketahanan pangan. Distribusi yang tepat sasaran di Mojokerto menjadi contoh bagi wilayah lain yang masih menghadapi tekanan harga.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan