Media Kampung – 05 April 2026 | Pemkot Mojokerto mengumumkan bahwa distribusi bantuan beras untuk periode Februari–Maret 2026 telah selesai 100 persen. Sebanyak 14.507 kepala keluarga menerima paket pangan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar pasca Idul Fitri.
Wali Kota Ika Puspitasari menegaskan bahwa mayoritas bantuan sudah disalurkan sebelum Lebaran untuk mengantisipasi lonjakan permintaan. Kebijakan tersebut diharapkan menstabilkan kebutuhan pangan masyarakat menjelang hari raya.
Penyaluran pertama dilaksanakan di Kelurahan Gununggedangan pada Sabtu 4 April, dimana petugas memverifikasi penerima secara langsung. Selanjutnya, sisa paket disebar ke Kecamatan Magersari dan Prajurit Kulon beberapa hari setelah Lebaran.
Pada hari penutupan, semua 14.507 keluarga dinyatakan telah menerima bantuan secara lengkap. “Hari ini adalah hari terakhir penyaluran, semua KK sudah mendapatkan beras,” ujar Wali Kota.
Pemerintah kota memperkuat jaringan distribusi melalui 18 Peracangan TPID dan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tersebar di tiap wilayah. Sistem ini memungkinkan penyerahan beras dengan harga terjangkau dan mengurangi risiko kenaikan harga.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, turut memantau proses penyaluran di lapangan. Ia menegaskan bahwa bantuan tepat sasaran dan tidak ada selisih antara data dan realisasi.
Rizal menambahkan program bantuan beras merupakan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto untuk menjangkau lebih dari 33 juta keluarga di seluruh Indonesia. Tujuan utama program adalah meringankan beban ekonomi rumah tangga dan menjaga stabilitas harga pangan.
Sinergi antara pemerintah daerah, Bulog, TNI, dan Polri menjadi faktor kunci keberhasilan distribusi. Koordinasi antar lembaga memastikan logistik berjalan lancar dan keamanan selama proses penyerahan.
Penyaluran bantuan beras ini juga berperan sebagai stimulus ekonomi mikro dengan meningkatkan daya beli rumah tangga berpenghasilan rendah. Dengan pasokan pangan yang stabil, risiko inflasi dapat diminimalisir.
Pemerintah kota berencana memperluas skema bantuan serupa pada periode berikutnya, mencakup bahan pokok lain seperti gula dan minyak goreng. Pendekatan ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kegiatan penyaluran diikuti oleh tokoh masyarakat setempat yang membantu mengidentifikasi keluarga paling membutuhkan. Partisipasi mereka meningkatkan transparansi dan akuntabilitas program.
Data resmi menunjukkan bahwa 100 persen paket beras telah terdistribusi tanpa adanya laporan keluhan signifikan. Hal ini mencerminkan efektivitas sistem monitoring yang diterapkan sejak awal program.
Keberhasilan ini diharapkan menjadi model bagi daerah lain dalam mengelola bantuan sosial secara tepat waktu. Pengalaman Mojokerto menegaskan pentingnya perencanaan logistik yang matang.
Dengan bantuan beras yang telah selesai, masyarakat Mojokerto dapat fokus pada pemulihan ekonomi pasca pandemi dan persiapan tahun fiskal mendatang. Pemerintah berkomitmen terus menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan warga.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.








Tinggalkan Balasan