Media Kampung – 04 April 2026 | Bupati Mojokerto Muhammad Albarra menekankan pentingnya gerakan PKK yang terkoordinasi, terintegrasi, dan berlandaskan data dalam upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga di kabupaten. Pernyataan itu disampaikan saat Rapat Kerja Tim Penggerak PKK 2026 di Hotel Vanda Gardenia Trawas.
Albarra menegaskan bahwa pendekatan berbasis data memungkinkan penetapan program yang tepat sasaran, sehingga dampaknya dapat terukur dan berkelanjutan bagi masyarakat. Ia menambahkan sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan implementasi kebijakan.
Rapat kerja tersebut dihadiri oleh kader PKK dari seluruh kecamatan Mojokerto, menjadikannya forum strategis untuk menyelaraskan agenda PKK dengan prioritas pembangunan daerah. Koordinasi yang solid diharapkan menumbuhkan konsistensi aksi di tingkat desa hingga kabupaten.
Dalam arahannya, Bupati menyoroti tiga isu utama yang harus menjadi fokus PKK, yakni penurunan angka stunting, pengentasan kemiskinan, serta peningkatan akses pendidikan bagi anak tidak bersekolah. Ketiga bidang tersebut dianggap krusial untuk meningkatkan kualitas hidup warga.
Mengenai stunting, Albarra menekankan perlunya intervensi menyeluruh yang mencakup edukasi gizi, pola asuh, sanitasi, dan kesadaran keluarga. Ia menegaskan pendampingan harus berlangsung sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia sekolah.
Albarra menambahkan bahwa data kesehatan anak akan dijadikan dasar penentuan wilayah prioritas, sehingga sumber daya dapat diarahkan secara efisien. PKK diharapkan menjadi ujung tombak dalam mengumpulkan dan menyebarkan informasi tersebut kepada keluarga.
Pada aspek kemiskinan, Bupati menyoroti pentingnya pendampingan keluarga secara tepat sasaran melalui program pemberdayaan ekonomi. PKK diinstruksikan untuk mengidentifikasi rumah tangga rentan dan menghubungkannya dengan pelatihan keterampilan serta akses modal mikro.
Albarra menekankan bahwa peningkatan kemandirian ekonomi perempuan merupakan bagian integral dari strategi pengentasan kemiskinan. Program Perempuan Berkarya diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, kreativitas, serta pendapatan rumah tangga secara signifikan.
Pendidikan anak tidak bersekolah juga menjadi prioritas, dengan PKK diminta mengadopsi pendekatan berbasis keluarga dan komunitas. Bupati berharap melalui kerja sama dengan sekolah dan lembaga sosial, anak‑anak tersebut dapat kembali ke jalur belajar formal.
Shofiya Hanak Albarra, Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto, menyampaikan bahwa program kerja 2026 telah disusun secara sinergis dengan berbagai perangkat daerah. Ia menekankan pentingnya komitmen bersama untuk melaksanakan program dengan lancar dan berdampak.
Rapat kerja juga membahas optimalisasi peran kelompok kerja (pokja) dalam mengimplementasikan program pemberdayaan perempuan dan keluarga. Pokja diharapkan dapat menjadi fasilitator dalam menghubungkan kebutuhan lapangan dengan kebijakan daerah.
Bupati menutup sambutannya dengan ajakan bagi seluruh jajaran PKK untuk terus berinovasi, menjawab tantangan sosial ekonomi, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Mojokerto. Ia menegaskan bahwa gerakan PKK harus tetap relevan dan adaptif.
Penguatan gerakan PKK berbasis data ini diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pelaksanaan program, sehingga masyarakat dapat melihat hasil konkret di tingkat lokal. Albarra menegaskan bahwa evaluasi berkala akan menjadi mekanisme utama.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto berkomitmen menyediakan infrastruktur data yang memadai, termasuk platform digital untuk pelaporan dan analisis. Dukungan teknologi ini diharapkan mempercepat pengambilan keputusan yang berbasis bukti.
Dengan sinergi yang kuat antara PKK, perangkat daerah, dan pemangku kepentingan, Bupati optimis target penurunan stunting, pengurangan angka kemiskinan, dan peningkatan partisipasi pendidikan dapat tercapai pada akhir tahun 2026. Upaya ini menjadi bagian penting dari visi pembangunan Mojokerto.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan