Media Kampung – 03 April 2026 | Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, yang akrab dipanggil Ning Ita, pada Senin 30 Maret 2026 menyampaikan arahan tegas kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di kota tersebut. Arahan tersebut diberikan dalam apel pagi rutin di halaman Balai Kota setelah libur panjang Idulfitri.

Ning Ita menekankan pentingnya mempercepat kembali laju pekerjaan yang sempat melambat selama cuti bersama. Ia meminta semua unit kerja untuk “gas kembali” agar target program pembangunan tidak terhambat.

Disiplin waktu menjadi poin utama dalam pernyataan sang wali kota. Ia menegaskan setiap tugas harus diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Selain ketepatan waktu, integritas dan profesionalisme juga ditekankan. Ning Ita mengingatkan ASN untuk selalu menjunjung tinggi standar etika dalam melayani masyarakat.

Nilai dasar BerAKHLAK dijadikan landasan moral dalam arahan tersebut. Wali kota menegaskan bahwa nilai tersebut harus menjadi budaya kerja, bukan sekadar slogan.

Ia menambahkan bahwa perilaku berakhlak harus tercermin dalam setiap interaksi dengan warga. Hal ini diharapkan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah kota.

Dari sisi organisasi, Ning Ita menyoroti kebutuhan kerja kolektif antar perangkat daerah. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai secara terpisah.

Koordinasi lintas sektoral dianggap kunci untuk mengoptimalkan sumber daya. Wali kota mengajak semua pejabat untuk menyatukan visi dan strategi.

Dalam konteks pasca Lebaran, terdapat tekanan tambahan untuk menyelesaikan proyek yang tertunda. Ning Ita meminta prioritas pada program yang bersifat krusial bagi kesejahteraan warga.

Beberapa program utama yang disebutkan meliputi perbaikan infrastruktur jalan, revitalisasi pasar tradisional, dan peningkatan layanan kesehatan. Semua program diharapkan berjalan tanpa penundaan.

Wali kota juga menekankan pentingnya monitoring dan evaluasi berkala. Ia menginstruksikan unit pengawasan internal untuk melaporkan progres secara transparan.

Sistem pelaporan digital diusulkan untuk mempercepat alur informasi. Dengan teknologi, data kinerja dapat diakses oleh pimpinan secara real‑time.

Ning Ita menegaskan bahwa setiap pejabat harus bertanggung jawab atas pencapaian target. Kegagalan dalam memenuhi standar akan dipertanggungjawabkan secara administratif.

Arahan ini selaras dengan agenda pemerintah pusat tentang reformasi birokrasi. Fokus pada efisiensi dan akuntabilitas menjadi prioritas nasional.

Di tingkat daerah, implementasi nilai BerAKHLAK diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain. Wali kota berharap Mojokerto dapat menjadi model pemerintahan yang responsif.

Masyarakat diharapkan merasakan peningkatan layanan publik dalam waktu dekat. Kinerja cepat dan kolaboratif diharapkan menurunkan waktu tunggu layanan.

Beberapa tokoh masyarakat memberikan sambutan positif terhadap arahan tersebut. Mereka menilai komitmen pemerintah kota dapat mempercepat perbaikan kota.

Namun, beberapa analis mencatat tantangan dalam mengubah budaya kerja yang sudah lama terbentuk. Dibutuhkan pelatihan dan insentif untuk memastikan perubahan berkelanjutan.

Pemerintah kota berjanji akan menyediakan program pendampingan bagi ASN yang membutuhkan. Upaya ini mencakup pelatihan manajemen waktu dan kerja tim.

Dengan penekanan pada disiplin, kecepatan, dan kolaborasi, diharapkan pembangunan kota Mojokerto tetap pada jalur yang direncanakan. Wali kota menutup apel dengan harapan semua pihak bergerak bersama menuju tujuan bersama.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.