Media Kampung – 01 April 2026 | Wali Kota Mojokerto, Ning Ita, melakukan inspeksi mendadak pada Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) pada Selasa, 31 Maret 2026, pukul 08.00 WIB.

Tujuan sidak adalah memverifikasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada hari pertama masuk sekolah setelah libur, memastikan standar kualitas terpenuhi.

Tim inspeksi dibagi menjadi dua kelompok dan mengunjungi empat lokasi SPPG: Magersari Wates, Permata, Kauman, dan Blooto.

Selama inspeksi, petugas melakukan sampling langsung proses penyiapan makanan, memeriksa kebersihan dapur, dan mengecek kepatuhan terhadap porsi gizi yang ditetapkan.

Ning Ita menegaskan bahwa tidak ada lagi keluhan masyarakat seperti sebelumnya dan menekankan pentingnya dialog dengan kepala SPPG, SPPI, serta perwakilan pengelola.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi keluhan dari masyarakat. Kami juga berdialog dengan kepala SPPG, SPPI, serta perwakilan pengelola untuk bersama-sama melakukan pengawasan,” ujar Ning Ita.

Wali Kota menambahkan bahwa program MBG adalah inisiatif Presiden untuk menyiapkan generasi emas, sehingga kesehatan anak harus menjadi prioritas utama.

“Jangan hanya mengejar keuntungan meskipun ada unsur bisnis di dalamnya. Pemenuhan gizi dan porsi sesuai standar juga harus dipastikan agar outcome program tercapai,” tambahnya.

Dari hasil sidak, satu SPPG yang melayani sekitar 3.000 penerima manfaat ditemukan memiliki dapur yang sempit, berpotensi mengganggu proses penyajian dan kebersihan.

Wali Kota memberikan teguran kepada pengelola SPPG tersebut dan menuntut relokasi atau renovasi sesuai standar pembangunan yang telah ditetapkan.

Ia menekankan bahwa keamanan dan higienitas makanan bagi anak-anak tidak boleh dikompromikan, serta meminta penyediaan fasilitas yang memadai.

Pemerintah kota akan memantau secara berkala implementasi MBG di semua SPPG dan menyiapkan mekanisme pelaporan untuk mengidentifikasi kendala lebih cepat.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto diharapkan berkoordinasi dengan SPPG untuk memastikan standar gizi terpenuhi.

Sidakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan akuntabilitas program sosial, sekaligus menegakkan komitmen terhadap kesejahteraan anak.

Dengan langkah ini, diharapkan program MBG dapat kembali berjalan optimal, memberikan asupan gizi yang tepat bagi jutaan anak sekolah di Mojokerto.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.