Media Kampung – 11 April 2026 | Pemerintah Kabupaten Jember melanjutkan upaya mempercepat revitalisasi Jalan Kartini di Kelurahan Kepatihan menjadi pusat kuliner modern yang disebut street food hub. Proyek ini diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi lokal sekaligus simbol kebersamaan antarumat beragama.
Penanggung jawab sementara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Arif Liyantono, menegaskan bahwa penyusunan jadwal menjadi faktor kunci dalam pelaksanaan konstruksi. Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan kegiatan keagamaan di sekitar lokasi menjadi prioritas utama.
Karena Jalan Kartini berdekatan dengan beberapa rumah ibadah, pihak pemerintah menerapkan skema kerja adaptif yang menyesuaikan jam kerja dengan kalender liturgi gereja dan masjid setempat. Seluruh tim konstruksi berkomitmen menghentikan operasi mesin berisik saat ibadah berlangsung.
Untuk mempercepat pencapaian target fisik, Dinas PUPR mengadopsi sistem kerja dua giliran, sehingga proyek dapat terus berjalan pada siang dan malam hari tanpa mengganggu kegiatan sosial. Meskipun demikian, penggunaan alat berat akan dihentikan total ketika ada jadwal ibadah yang sedang berlangsung.
Arif Liyantono menjelaskan, “Kami tidak akan mengorbankan ketenangan jamaah; setiap suara bising harus dihentikan segera bila ada ibadah.” Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah terhadap nilai toleransi.
Desain ulang Jalan Kartini mencakup penataan trotoar lebar, penambahan tempat duduk, serta instalasi pencahayaan LED yang ramah energi. Material yang dipilih telah melewati uji kualitas untuk memastikan ketahanan jangka panjang.
Pengelolaan ruang publik ini diarahkan untuk memberi peluang kepada pedagang lokal menampilkan ragam kuliner khas Jember, sekaligus menarik wisatawan kuliner dari luar daerah. Harapannya, kawasan tersebut menjadi destinasi nyaman bagi pencari rasa serta tempat bersosialisasi.
Pemantauan berkala dilakukan oleh tim teknis PUPR bersama dinas terkait untuk memastikan progres pembangunan tetap pada jalur yang telah ditetapkan. Laporan mingguan mencakup evaluasi kualitas material, kepatuhan terhadap standar keselamatan, serta dampak lingkungan.
Kehadiran proyek ini juga diharapkan meningkatkan pendapatan daerah melalui pajak dan retribusi bagi pelaku usaha makanan jalanan. Dengan peningkatan aktivitas ekonomi, lapangan kerja baru dapat tercipta bagi warga setempat.
Sementara itu, masyarakat sekitar menyambut inisiatif tersebut dengan antusias, mengingat potensi peningkatan akses pasar bagi produk tradisional. Beberapa tokoh agama pun menyatakan dukungan mereka asalkan proses pembangunan tetap menghormati jadwal ibadah.
Pemerintah Kabupaten Jember menargetkan selesainya fase pertama revitalisasi pada akhir tahun ini, dengan fokus pada penyelesaian infrastruktur dasar. Setelah itu, fase kedua akan melibatkan penataan area komersial dan promosi wisata kuliner.
Dalam upaya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keberagaman, pihak berwenang juga menyusun panduan etika kerja yang menekankan rasa hormat terhadap semua agama. Panduan tersebut menjadi acuan bagi kontraktor dan pekerja lapangan.
Kombinasi antara manajemen waktu yang ketat, kerja shift, serta penghentian operasi alat berat saat ibadah, dianggap sebagai model terbaik dalam proyek infrastruktur yang sensitif secara sosial. Model ini dapat dijadikan referensi bagi daerah lain yang menghadapi tantangan serupa.
Dengan dukungan penuh dari dinas terkait, masyarakat, dan lembaga keagamaan, proyek Jalan Kartini diproyeksikan tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga memberikan kualitas yang terjaga. Keberhasilan ini diharapkan menjadi bukti nyata bahwa pertumbuhan ekonomi dapat selaras dengan nilai-nilai toleransi.
Akhirnya, revitalisasi Jalan Kartini menandai langkah strategis Jember dalam memperkuat posisi sebagai destinasi kuliner sekaligus contoh kota yang menghormati keragaman agama dalam pembangunan. Pemerintah berjanji akan terus memantau dan menyesuaikan kebijakan demi kepentingan bersama.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan