Media Kampung – 11 April 2026 | Pemerintah Kabupaten Lamongan akan menerima bantuan sistem irigasi berupa pompa dan jaringan pipa dari Kementerian Pertanian pada pekan ini, sebagai langkah strategis mengatasi kekeringan.

Bantuan tersebut diumumkan saat kunjungan kerja Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Kementan, Hermanto, ke Desa Balongwangi dan Wonokromo, Kecamatan Tikung, pada Jumat 10 April.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyambut baik dukungan pusat dan menegaskan bahwa persiapan menghadapi musim kemarau telah dilakukan sejak dini melalui koordinasi lintas OPD.

Pak Yes menekankan pentingnya ketersediaan air untuk menjaga produktivitas pertanian dan mempertahankan posisi Lamongan sebagai lumbung pangan nasional.

Ia menambahkan, semua OPD telah memetakan sumber air yang masih dapat diandalkan, dengan target tidak ada lahan yang gagal panen pada musim tanam kedua (MT II).

Optimalisasi sumber daya air diperkirakan akan meningkat signifikan setelah pemasangan sistem pompa dan pipa yang dijadwalkan minggu ini.

Hermanto menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk memastikan padi tidak mengalami kekeringan selama musim kemarau, sekaligus menyoroti bahwa tingkat air waduk masih cukup.

Dia menambahkan bahwa instalasi sistem irigasi perpompaan akan selesai paling lambat pekan depan, sehingga aliran air dapat segera mengalir ke sawah.

Bantuan ini ditujukan bagi tanaman padi yang telah berusia lebih dari satu bulan dan diperkirakan panen pada Juni, agar tidak mengalami gagal panen.

Pemkab Lamongan juga merencanakan program normalisasi waduk dan sungai sebagai bagian dari mitigasi kekeringan jangka panjang.

Upaya normalisasi diharapkan meningkatkan kapasitas penampungan dan memperlancar aliran air ke daerah pertanian yang rawan kekeringan.

Selain itu, pemerintah kabupaten berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan pemeliharaan jaringan irigasi yang ada, guna menghindari kebocoran dan kehilangan air.

Para petani di wilayah Tikung menyambut baik kedatangan peralatan irigasi, mengingat mereka telah mengalami penurunan produksi pada musim kemarau sebelumnya.

Sejumlah petani mengungkapkan harapan bahwa bantuan ini akan menstabilkan hasil panen dan mendukung kesejahteraan keluarga.

Dengan dukungan sistem pompa dan pipa, diperkirakan volume air yang dapat didistribusikan ke lahan pertanian akan meningkat hingga 30 persen dibandingkan kondisi sebelumnya.

Kementan menargetkan bahwa bantuan ini akan meliputi tiga desa prioritas, dengan total kapasitas pompa mencapai 1500 liter per menit.

Pemerintah daerah menyiapkan tenaga teknis lokal untuk mengoperasikan dan merawat peralatan baru, sehingga keberlanjutan penggunaan dapat terjaga.

Jika berhasil, model bantuan irigasi ini dapat direplikasi di kabupaten lain yang memiliki potensi pertanian serupa.

Secara keseluruhan, langkah ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan regional dan mengurangi risiko gagal panen pada musim kemarau mendatang.

Lamongan tetap berkomitmen menjaga produksi pertanian agar tetap stabil, mendukung ketahanan pangan nasional, dan memberikan kepastian bagi petani menjelang musim tanam berikutnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.