Media Kampung – 11 April 2026 | Gempa susulan terus mengguncang beberapa wilayah Indonesia pada 10 April 2026, menimbulkan kerusakan dan memicu bantuan darurat.

Di Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara, aftershocks masih terjadi sejak gempa utama magnitude 7,6 pada 2 April, dengan lebih dari seribu aftershock tercatat hingga 9 April.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat intensitas yang dirasakan warga serta kedalaman dan koordinat gempa susulan.

DPD Partai Perindo Kota Ternate menyalurkan 105 karton air minum dan 50 dus mie instan kepada warga terdampak.

Ketua DPD, Bilhan Gamaliel, menyatakan bantuan sesuai kebutuhan dasar dan menekankan pentingnya dukungan moral.

Di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, gempa magnitude 3,7 terjadi pada 10 April pukul 13.39 WITA, berpusat 19 km timur Larantuka dengan kedalaman 5 km.

Gempa tersebut merupakan aftershock dari gempa magnitude 4,7 pada 9 April, menambah total 106 aftershock di wilayah tersebut.

BMKG melaporkan intensitas II‑III MMI di Lembata, dengan getaran terasa seperti truk lewat.

Beberapa bangunan di Kecamatan Adonara Timur mengalami kerusakan, meski belum ada korban jiwa.

Di Bengkulu Utara, gempa magnitude 5,3 tercatat pada 10 April, berpusat 7 km tenggara Arma Jaya dengan kedalaman 106 km.

BMKG menegaskan gempa tidak berpotensi tsunami, intensitas II‑III MMI dirasakan di Kota Bengkulu, Arga Makmur, dan Kepahiang.

Gempa magnitude 5,0 juga dilaporkan pada sore yang sama, dengan kedalaman serupa, dan belum ada aftershock hingga pukul 18.35 WIB.

Kondisi pasca gempa menghambat aktivitas ekonomi, terutama di daerah pesisir Ternate yang mengandalkan usaha informal.

Pedagang dan nelayan mengalami penurunan pendapatan karena kerusakan infrastruktur dan gangguan transportasi.

Bantuan logistik dari Perindo diharapkan menstabilkan pasokan air bersih dan makanan cepat saji bagi keluarga yang terdampak.

Selain bantuan fisik, pernyataan Bilhan menekankan pentingnya dukungan psikologis untuk mengurangi trauma warga.

Pemerintah daerah Ternate dan NTT menyampaikan kesiapan tim penanganan bencana untuk memantau aftershock selanjutnya.

Tim gempa BMKG terus memantau aktivitas seismik, mencatat lebih dari seribu aftershock di Batang Dua dan 106 di Flores Timur.

Data tersebut menunjukkan zona tektonik aktif di wilayah Indonesia masih mengalami tekanan setelah gempa utama.

Ahli geologi menilai aftershock dapat berlangsung selama beberapa minggu, tergantung pada pergerakan lempeng.

Masyarakat diminta tetap waspada, menghindari bangunan yang rusak, dan mengikuti arahan otoritas.

Secara keseluruhan, gempa susulan pada 10 April menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan penyaluran bantuan cepat untuk menjaga ketahanan masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.