Media Kampung – 10 April 2026 | Pada Kamis 9 April 2026, Jakarta mengalami pemadaman listrik massal yang membuat wilayah‑wilayah strategis seperti Blok M, Angke, dan pusat bisnis terbenam dalam kegelapan. Kejadian ini memicu kepanikan sementara warga beralih pada lampu senter dan ponsel untuk menerangi lingkungan sekitar.

Penyebab utama pemadaman adalah gangguan pada beberapa Gardu Induk (GI) yang memutus aliran listrik ke bagian utara kota. PLN mengonfirmasi bahwa tim teknis sudah berada di lokasi untuk memperbaiki peralatan yang rusak.

Akibatnya, jaringan MRT di sejumlah stasiun termasuk Istora, Lebak Bulus, Cipete, dan Duri kehilangan daya, mengakibatkan penghentian layanan, penonaktifan elevator, serta pemberhentian eskalator. Penumpang yang berada di dalam kereta terpaksa turun dan menunggu pemulihan listrik.

Lampu lalu lintas di persimpangan utama seperti Jembatan Dua‑Pluit‑Muara Karang‑PIK juga mati total, memicu kemacetan dan kebingungan pengendara. Pengawasan kepolisian meningkat untuk menghindari kecelakaan pada kondisi gelap.

Pengguna media sosial X melaporkan situasi gelap total dan menduga terjadi ledakan di instalasi kelistrikan dekat Pluit. Salah satu akun, @070Oracle, menulis, “Semua mati lampu after what I think is lightning,” menambah kepanikan warga.

Baca juga:

Haris Andika, Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jakarta Raya, menjelaskan gangguan berasal dari sisi hulu kelistrikan yang memengaruhi beberapa GI sekaligus. Ia menegaskan bahwa tim sedang melakukan penormalan secara bertahap di area terdampak.

Menurut Haris, wilayah paling parah terdampak masih Angke dan sekitarnya, di mana pemulihan diperkirakan memakan waktu beberapa jam. PLN menyarankan masyarakat untuk memantau status melalui aplikasi PLN Mobile atau menghubungi Contact Center 123.

PT MRT Jakarta mengonfirmasi bahwa semua stasiun elevated sempat mengalami blackout, namun tim operasional telah berhasil mengembalikan daya dan layanan sedang dipulihkan secara bertahap. Penumpang yang menunggu kereta diminta tetap tenang hingga pemberitahuan lanjutan.

Rendy Primartantyo, Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta, menyatakan koordinasi intensif dengan PLN untuk mempercepat proses penanganan. Ia menambahkan bahwa petugas terus memantau kondisi di lapangan demi menjamin keselamatan penumpang.

Kedua lembaga menekankan pentingnya penggunaan kanal resmi untuk mendapatkan informasi terkini, dan mengimbau warga menghindari perjalanan tidak penting hingga listrik stabil kembali. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi beban pada layanan darurat.

Baca juga:

Pemadaman juga mempengaruhi penerangan jalan umum serta gedung‑gedung komersial, termasuk pusat perbelanjaan Blok M yang harus menutup operasional sementara. Banyak toko melaporkan kerugian akibat kehilangan penjualan pada jam-jam sibuk.

Petugas darurat melaporkan peningkatan panggilan bantuan, namun tidak ada laporan cedera serius akibat situasi gelap. Tim medis siap siaga untuk menangani potensi masalah kesehatan yang muncul.

Pengamat energi menilai insiden ini mengungkap kerentanan jaringan listrik Jakarta yang masih banyak bergantung pada infrastruktur lama. Mereka menyerukan percepatan modernisasi gardu dan peningkatan cadangan energi.

Pemerintah daerah berjanji akan melakukan audit menyeluruh pada GI yang bermasalah serta menyusun langkah preventif untuk menghindari pemadaman serupa di masa depan. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi jutaan penduduk.

Saat ini listrik telah kembali menyala di sebagian besar wilayah, namun beberapa lingkungan masih mengalami pasokan tidak stabil. Otoritas terus memantau perkembangan dan berkomitmen memastikan layanan listrik pulih sepenuhnya secepatnya.

Baca juga:

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.