Media Kampung – 10 April 2026 | Rekaman CCTV menampilkan momen mengerikan di ruas jalan Kertek‑Selomerto, Desa Semayu, Kecamatan Selomerto, pada Rabu (8/4/2026). Sebuah mobil box melaju dari arah berlawanan ketika seorang anak berusia enam tahun berlari menyeberang jalan.
Seorang remaja di lokasi berusaha menghentikan anak itu dengan mengulurkan tangan, namun upaya tersebut tidak berhasil. Dalam hitungan detik, mobil box menabrak bocah, menyebabkan kecelakaan tak terelakkan.
Korban mengalami luka berat, termasuk pendarahan di kepala dan patah tulang pada kaki. Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Wonosobo untuk perawatan intensif.
Petugas Satlantas Polres Wonosobo, Iptu Agista Erick, menyatakan bahwa jalan tersebut memang ramai kendaraan pada jam‑jam tertentu. Menurutnya, anak berlari ke jalan karena ingin membeli jajanan di warung seberang.
Polisi setempat masih melanjutkan penyelidikan untuk mengumpulkan keterangan dari pengemudi mobil box serta saksi mata. Tim penyidik menekankan pentingnya menelusuri faktor penyebab utama kecelakaan.
Kepala Unit Penegakan Lalu Lintas menegaskan bahwa pelanggaran menyeberang jalan secara sembarangan dapat berakibat fatal. Ia mengingatkan warga agar selalu menggunakan penyeberangan resmi.
Warga sekitar melaporkan bahwa jalan pada saat kejadian relatif lengang, namun kecepatan mobil box cukup tinggi. Beberapa saksi menambah bahwa tidak ada rambu peringatan khusus di titik tersebut.
Pihak rumah sakit melaporkan kondisi korban masih kritis dan memerlukan perawatan lanjutan. Dokter menyatakan bahwa prognosis tergantung pada respons medis terhadap pendarahan dan fraktur.
Kasus ini memicu protes dari kelompok masyarakat yang menuntut perbaikan fasilitas penyeberangan. Mereka menuntut pemasangan lampu lalu lintas dan marka jalan yang lebih jelas.
Komunitas lokal mengorganisir doa bersama di lokasi kecelakaan pada hari berikutnya. Acara tersebut dihadiri oleh keluarga korban, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan.
Polisi mengingatkan bahwa kecelakaan serupa dapat dicegah dengan edukasi keselamatan jalan bagi anak‑anak. Program penyuluhan akan dijadwalkan di sekolah‑sekolah sekitar Wonosobo.
Pengemudi mobil box belum memberikan pernyataan resmi, namun polisi berencana memeriksa catatan kecepatan kendaraan pada saat kejadian. Pemeriksaan tersebut akan melibatkan analisis rekaman CCTV tambahan.
Insiden ini menambah daftar kecelakaan lalu lintas yang menimpa wilayah Wonosobo dalam beberapa bulan terakhir. Pihak berwenang berkomitmen meningkatkan pengawasan di titik‑titik rawan.
Ke depannya, otoritas daerah berencana menambah patroli lalu lintas terutama pada jam sibuk. Upaya ini diharapkan mengurangi risiko kecelakaan serupa di masa mendatang.
Dengan kondisi korban yang masih dalam perawatan intensif, masyarakat berharap pemulihan segera tercapai. Kasus ini menjadi peringatan keras bagi semua pengguna jalan untuk lebih berhati‑hati.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan