Media Kampung – 06 April 2026 | Bentrok antarwarga di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, pada Jumat pagi menewaskan satu orang dan menimbulkan kebakaran rumah.
Insiden terjadi di Desa Banemo dan Desa Sibenpopo, Kecamatan Patani Barat, setelah jasad seorang penduduk Banemo ditemukan di kebun Sibenpopo.
Penemuan mayat memicu kemarahan keluarga korban serta warga sekitar, yang kemudian terlibat perkelahian dengan senjata tajam dan benda keras.
Konflik berkembang menjadi baku tembak ringan, mengakibatkan beberapa rumah di Sibenpopo terbakar habis.
Aparat keamanan gabungan TNI dan Polri dikerahkan sejak Jumat pagi untuk meredam kerusuhan.
Hingga Sabtu pagi, lebih dari 250 personel gabungan TNI‑Polri, termasuk satuan satpol, telah beroperasi di lapangan.
Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, mengunjungi lokasi bersama pimpinan keamanan daerah untuk memediasi.
Sarbin menekankan pentingnya menahan diri, menghindari provokasi, dan menjaga perdamaian antarwarga.
Kita semua bersaudara, mari jaga perdamaian, ujarnya dalam pernyataan yang dikutip Antara.
Brigjen Pol. Stephen M. Napiun, Kepala Wakil Polisi Daerah, menambahkan bahwa penempatan personel bertujuan mencegah penyebaran konflik ke wilayah tetangga.
Ia mengimbau warga untuk tidak terprovokasi oleh rumor dan tetap mendukung upaya keamanan.
Selain penempatan personel, pihak berwenang melakukan mediasi dengan tokoh agama, adat, dan tokoh masyarakat setempat.
Pertemuan melibatkan pemuka agama Islam, Kristen, serta tokoh adat Banemo dan Sibenpopo untuk mencari solusi damai.
Upaya mediasi diperkirakan akan berlanjut selama beberapa hari ke depan, dengan harapan meredakan ketegangan.
Di Kabupaten Halmahera Selatan, Polres Halsel memperketat pengawasan demi mencegah efek domino dari bentrok tersebut.
Kapolres Halsel, AKBP Hendra Gunawan, menyatakan bahwa forum komunikasi umat beragama (FKUB) diadakan untuk menegaskan komitmen damai.
Forum tersebut dihadiri oleh perwakilan Kemenag, Sekretaris Daerah, serta organisasi keagamaan seperti Permusi, GMKI, dan tokoh adat setempat.
Mereka sepakat menggelar deklarasi damai pada 6 April 2026 sebagai respons proaktif terhadap hoaks yang beredar.
Hoaks terkait bentrok di Halmahera Tengah dianggap dapat memicu keresahan di wilayah lain, termasuk Halmahera Selatan.
Polisi setempat telah melakukan deteksi dini melalui bhabinkamtibmas dan mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi.
Hendra menegaskan bahwa keamanan tidak dapat dijalankan secara mandiri, melainkan membutuhkan dukungan pemerintah daerah dan tokoh agama.
Kita butuh sinergi semua pihak agar situasi tetap kondusif, ujarnya dalam sambutan.
Sejak kejadian, aparat keamanan melaporkan penurunan intensitas bentrokan dan pemadaman sebagian rumah yang terbakar.
Tim pemadam kebakaran berhasil memadamkan api pada tiga rumah utama, namun kerusakan struktural masih signifikan.
Korban tewas merupakan seorang pria berusia 38 tahun dari Desa Sibenpopo, yang ditemukan di lokasi kebakaran.
Keluarga korban masih menuntut keadilan dan meminta penyelidikan menyeluruh atas penyebab kematian.
Pihak berwenang berjanji akan menyelidiki motif penemuan jasad dan potensi konflik kepemilikan lahan.
Pemerintah provinsi telah mengaktifkan posko penanganan bencana untuk menyalurkan bantuan darurat kepada korban kebakaran.
Bantuan berupa tenda, makanan, dan perlengkapan kebersihan telah didistribusikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah.
Masyarakat di kedua desa diminta tetap tenang, mematuhi perintah aparat, dan melaporkan setiap tindakan provokatif.
Upaya pencegahan hoaks juga melibatkan penyuluhan melalui media sosial lokal dan radio komunitas.
Komisi Penyiaran Daerah berjanji memantau penyebaran informasi palsu dan menindak akun yang melanggar.
Secara keseluruhan, situasi di Halmahera Tengah kini berada di bawah kontrol aparat, namun pemulihan sosial dan materi masih panjang.
Pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk memperkuat dialog antarwarga dan mencegah konflik serupa di masa depan.
Artikel ini akan terus diperbarui seiring perkembangan penyelidikan dan upaya rekonstruksi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan