Media Kampung – 06 April 2026 | Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, ST, mengawali inspeksi lapangan pada Sabtu 4 April 2026 di wilayah Dusun Tawaran, Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, untuk meninjau rencana pembangunan jembatan beton yang menghubungkan Napis dengan Desa Kenongorejo di Kabupaten Ngawi. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dan pusat untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah pedesaan.

Tim inspeksi terdiri atas Kapten Inf Surahmat selaku Pasiter, anggota unit, Babinsa Desa Napis, Kepala Desa Mulyono beserta perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat yang turut mengawal proses observasi. Seluruh rombongan menelusuri jalur akses menggunakan motor trail guna menilai kondisi geografis, topografi, serta kelayakan lahan untuk struktur jembatan berukuran 23 × 6 meter.

Berdasarkan hasil survei awal, lokasi dipandang memenuhi kriteria teknis meskipun terdapat beberapa tantangan berupa kemiringan lereng dan kepadatan vegetasi yang perlu dibersihkan sebelum pekerjaan dimulai. Dandim menekankan pentingnya koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Badan Penataan Ruang untuk menyusun rencana mitigasi lingkungan.

Pembangunan jembatan ini masuk dalam program bantuan presiden Prabowo Subianto yang diarahkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Pemerintah menargetkan penyelesaian proyek dalam waktu enam bulan, dengan estimasi biaya mencapai puluhan miliar rupiah yang akan dibiayai melalui anggaran daerah dan dana alokasi khusus.

Dalam sambutannya, Dandim Dedy menegaskan bahwa jembatan beton yang baru diharapkan dapat mengurangi ketergantungan warga pada jembatan kayu yang sudah usang dan rawan kecelakaan. Ia menambahkan, mobilitas penduduk dalam aktivitas ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan akan menjadi lebih lancar setelah proyek selesai.

Kepala Desa Napis, Mulyono, menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah pusat, Bupati Bojonegoro, serta Dandim atas realisasi proyek yang telah lama diajukan. Ia menuturkan bahwa selama bertahun‑tahun, jembatan kayu di lokasi tersebut sering mengalami kerusakan sehingga menghambat transportasi barang dan akses darurat.

Masyarakat Napis secara umum menyambut baik proyek ini dan berharap proses pembangunan dapat berjalan tanpa menimbulkan gangguan signifikan. Beberapa warga menyoroti potensi peningkatan ekonomi lokal, terutama bagi petani dan pedagang yang akan lebih mudah menyalurkan produk ke pasar di Kabupaten Ngawi.

Tim teknis memperkirakan bahwa pembangunan jembatan akan melibatkan kontraktor lokal serta tenaga kerja setempat, sehingga menciptakan lapangan pekerjaan sementara selama fase konstruksi. Selain itu, penggunaan material beton bertulang diharapkan memberikan daya tahan lebih lama dibandingkan struktur kayu konvensional.

Pengawasan kualitas material dan pelaksanaan kerja akan dilakukan secara rutin oleh Babinsa serta inspektur militer yang ditugaskan, guna memastikan standar keselamatan terpenuhi. Dandim menegaskan bahwa setiap tahapan, mulai dari penggalian pondasi hingga pemasangan balok, akan diawasi secara ketat.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berkomitmen menyediakan akses jalan pendukung menuju titik konstruksi, termasuk perbaikan jalan tanah yang saat ini masih berbatu. Upaya ini diharapkan mempercepat transportasi material dan meminimalkan waktu pengerjaan.

Dengan selesainya jembatan beton, diantisipasi terjadinya penurunan angka kecelakaan lalu lintas dan peningkatan efisiensi distribusi barang di kawasan Napis dan sekitarnya. Dandim menutup kunjungan dengan harapan semua pihak dapat berkontribusi aktif demi kelancaran proyek serta manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.