Media Kampung – 05 April 2026 | Fluktuasi debit Sungai Brantas dalam beberapa hari terakhir menimbulkan kekhawatiran bagi penyeberangan di Kabupaten Blitar. Pihak Dinas Perhubungan setempat mengimbau operator perahu agar tetap waspada.

Peningkatan curah hujan di daerah hulu menyebabkan volume air naik turun secara signifikan, sehingga kecepatan arus berubah-ubah setiap beberapa jam.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar, Puguh Imam Susanto, menyatakan bahwa pemantauan kondisi sungai menjadi prioritas utama sejak Senin dinihari.

“Kami melihat debit air mengalami fluktuasi. Operator harus mengutamakan keselamatan. Jika arus terlalu deras, operasional harus menyesuaikan,” ujarnya pada Minggu (5/4).

Fluktuasi tersebut tidak hanya memengaruhi kecepatan, tetapi juga membawa material seperti batang kayu dan rumpun bambu yang dapat menyumbat atau menabrak perahu.

“Material yang terbawa arus bisa meningkatkan risiko kecelakaan jika tidak diantisipasi,” tambah Susanto, menekankan pentingnya pembersihan jalur secara berkala.

Dishub Blitar meminta semua operator penyeberangan untuk berkoordinasi secara real-time, termasuk melaporkan perubahan kondisi kepada petugas di pos pengamatan hulu.

Komunikasi aktif diharapkan dapat mempercepat penyampaian peringatan kepada penumpang serta meminimalisir penumpukan penumpang di titik penyeberangan.

Sejumlah warga yang biasanya menggunakan perahu kini beralih ke jalur darat meski harus menempuh jarak lebih jauh, sebagai langkah pencegahan.

Namun bagi warga yang tetap mengandalkan penyeberangan, Dishub menekankan bahwa keselamatan tidak boleh ditawar dan setiap perjalanan harus menyesuaikan kondisi alam.

Pengawasan tambahan meliputi patroli perahu pengawas yang dilengkapi dengan peralatan pengukur kecepatan arus serta kamera untuk mendeteksi material yang mengapung.

Data awal menunjukkan bahwa debit Sungai Brantas berkisar antara 150 hingga 300 meter kubik per detik dalam tiga hari terakhir, dengan puncak tertinggi terjadi pada hari Rabu.

Peningkatan debit tersebut berhubungan langsung dengan intensitas hujan di wilayah Kabupaten Malang dan Kediri yang berkontribusi pada volume air di hulu Brantas.

Dinas Perhubungan berjanji akan terus mengupdate informasi melalui media lokal dan papan pengumuman di pelabuhan penyeberangan, serta menyiapkan prosedur darurat bila arus mencapai level kritis.

Hingga saat ini, tidak ada laporan kecelakaan serius yang terkait fluktuasi debit, namun otoritas tetap memantau situasi dan meminta masyarakat untuk selalu mematuhi arahan petugas.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.