Media Kampung – 05 April 2026 | Banjir bandang melanda Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak pada 3 April 2026, menenggelamkan rumah dan memaksa warga mengungsi.

Tanggul Sungai Tuntang di Desa Trimulyo dan Sidoharjo jebol sekitar pukul 11.00 WIB, menyebabkan air naik setinggi satu meter ke perumahan.

Lebar kerusakan tanggul mencapai 10‑15 meter, dengan tiga titik jebol di dua desa.

Meski tidak ada laporan korban jiwa, kerugian material yang diderita warga sangat signifikan.

Warga RT 2 RW 5, Dusun Selondoko, Desa Trimulyo, termasuk lansia 70‑tahun Fadholi, kehilangan hampir seluruh harta, hanya dokumen haji yang selamat.

Fadholi mengaku berlari ke jalan desa saat tanggul jebol dan berusaha mengamankan dokumen haji yang telah didaftarkan beberapa tahun lalu.

“Alhamdulillah masih selamat, dokumen haji selamat, tapi rumah dan barang semua hanyut,” ujarnya kepada media.

Rumah Fadholi terbuat dari kayu dan triplek, dinding kanan‑kiri roboh, interior penuh lumpur.

Warga setempat bergotong‑royong membersihkan puing, memindahkan lumpur, dan menyiapkan tempat penampungan sementara.

Di RT 1 RW 5, Dusun Selondoko, warga lain bernama Ismono berusaha menambah tinggi tanggul dengan karung berisi tanah dan pasir.

Ismono mengambil 300 karung kosong dari kantor BPBD, mengisi dengan material lokal, dan menumpuknya di sepanjang tepi sungai.

Usaha tersebut tidak cukup; pada sore hari tanggul kembali jebol dan air melanda desa secara tiba‑tiba.

“Kami mendengar teriakan ‘awas‑awas, jebol‑jebol’, lalu langsung lari ke tempat yang lebih tinggi,” kata Ismono.

Akibat jebol, puluhan rumah mengalami kerusakan berat, sembilan rumah hanyut, dan enam rumah hanya rusak ringan.

Ismono mengungkap bahwa ia dan keluarga harus menginap di rumah saudara karena rumahnya tidak dapat dihuni.

Perangkat desa Trimulyo, Rofiq, menjelaskan bahwa debit air Sungai Tuntang meningkat drastis akibat hujan lebat di daerah hulu, khususnya Kedungjati, Kabupaten Grobogan.

“Hujan di hulu tetap mengalir ke Tuntang, meski di sini hujan tidak signifikan,” ujarnya melalui telepon.

Pemerintah Kabupaten Demak mengirimkan tim tanggap darurat, termasuk BPBD, untuk mengevakuasi warga dan menyediakan bantuan logistik.

Tim BPBD mendistribusikan air bersih, makanan, dan pakaian layak pakai kepada korban yang kehilangan harta pribadi.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan dana bantuan sebesar Rp 236 juta untuk korban banjir di Demak, meski rincian penggunaan masih diproses.

Gubernur Ahmad Luthfi menginstruksikan evaluasi total terhadap kondisi Sungai Tuntang dan perbaikan tanggul secara menyeluruh.

Evaluasi diharapkan mencakup analisis struktural, perencanaan penambahan tinggi, dan penempatan sensor dini untuk memantau debit air.

Sementara itu, kantor kecamatan Guntur membuka ruang pengungsian sementara dan menyediakan fasilitas kesehatan dasar bagi warga.

Beberapa warga melaporkan kebutuhan mendesak akan pasokan listrik, obat-obatan, serta dukungan psikologis pasca bencana.

Komunitas relawan lokal, termasuk kelompok pemuda dan LSM, turut membantu distribusi bantuan dan pembersihan area terdampak.

Pihak berwenang menegaskan bahwa pemulihan total rumah‑rumah dan infrastruktur dapat memakan waktu beberapa bulan.

Upaya perbaikan jalur transportasi dan jembatan yang rusak juga masuk dalam rencana rehabilitasi daerah.

Masyarakat berharap bantuan pemerintah dapat mempercepat renovasi rumah dan mengembalikan mata pencaharian yang terhenti.

“Kami butuh bantuan material dan dana agar dapat membangun kembali rumah kami,” kata seorang warga tanpa disebutkan nama.

Banjir ini menegaskan pentingnya penataan sistem drainase dan penguatan tanggul di wilayah aliran sungai yang rawan.

Pemerintah daerah berjanji akan melakukan monitoring berkelanjutan dan melibatkan masyarakat dalam upaya mitigasi bencana di masa depan.

Kondisi saat ini menunjukkan sebagian besar warga telah kembali ke rumah sementara, namun proses pemulihan masih berjalan.

Banjir di Kecamatan Guntur meninggalkan kerusakan material luas, menuntut koordinasi cepat antara pemerintah, lembaga bantuan, dan warga untuk memulihkan kehidupan normal.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.