Media Kampung – 05 April 2026 | Puluhan warga di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya mengalami keracunan setelah mengonsumsi nasi berkat pada acara tahlilan 31 Maret 2026.

Dinas Kesehatan Surabaya mencatat total 26 orang terjangkit, empat dirujuk ke rumah sakit, 18 menjalani rawat jalan, dan sisanya dipantau secara berkala.

Gejala yang muncul meliputi mual, muntah, diare, dan rasa lemas, biasanya terasa 2‑3 jam setelah makan.

Dr. Billy Daniel Messakh, Kepala Dinkes Surabaya, menyatakan mayoritas korban kini dalam kondisi stabil dan tidak lagi muntah saat pemeriksaan.

Penyebab diduga terkait proses pemorsian makanan tanpa penggunaan alat pelindung diri; tiga orang yang menyiapkan makanan tidak memakai sarung tangan atau masker.

Menu yang disajikan terdiri atas nasi, tumis buncis, ayam bumbu merah, mi bihun goreng, dan acar, namun tidak ada sampel makanan yang dapat diambil untuk analisis laboratorium.

Kepala RT 1 RW 7 Sidodadi, Arif, menjelaskan bahwa warga yang mengalami keluhan adalah yang membawa pulang nasi berkat, sedangkan yang makan di lokasi tidak melaporkan gejala.

Arif menambahkan gejala pertama muncul pada Rabu 1 April, kemudian jumlah korban meningkat signifikan pada Jumat 3 April dan mencapai 26 orang pada Sabtu 4 April.

Kapolsek Simokerto, Kompol Zainur Rofik, mengonfirmasi penyelidikan masih berlangsung dan pihak kepolisian telah memeriksa lokasi serta mengumpulkan keterangan saksi.

Menurut Rofik, sekitar 70 orang menghadiri acara tahlilan, namun hanya sebagian yang mengonsumsi nasi berkat dan mengalami keracunan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya, Linda Novanti, memastikan empat warga dirujuk ke RSUD Dr. Soewandhie dan rumah sakit lain, sementara 18 lainnya dirawat rawat jalan.

BPBD menegaskan pentingnya penerapan protokol kebersihan dalam penyiapan makanan berskala besar, terutama pada acara keagamaan.

Pihak medis terus memantau kondisi korban dan memberikan pengobatan suportif, termasuk rehidrasi oral bagi yang mengalami diare.

Masyarakat diimbau melaporkan gejala serupa dan menghindari konsumsi makanan yang dipersiapkan tanpa standar kebersihan yang memadai.

Hingga kini tidak ada laporan kematian terkait insiden, dan keadaan korban dinyatakan membaik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.