Media Kampung – 05 April 2026 | Gubernur Sumatra Barat, Yandri Susanto, menyerahkan dua juta bibit kelapa dan pinang kepada warga Kampung Sirambang, Pariaman, pada hari Senin.

Distribusi ini merupakan bagian dari program penanaman kembali yang ditargetkan meningkatkan produksi kelapa dan pinang di wilayah pesisir.

Bibit yang diserahkan mencakup varietas unggul yang telah terbukti tahan terhadap kondisi iklim kering dan serangan hama.

Petani lokal diharapkan menanam bibit tersebut pada lahan seluas satu hektar masing-masing, dengan dukungan teknis dari dinas pertanian.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa investasi ini bersifat jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan dan menambah pendapatan rumah tangga.

Pelatihan tersebut meliputi teknik penanaman, pemupukan organik, serta pengendalian hama secara ramah lingkungan.

Kegiatan ini didanai melalui alokasi anggaran daerah sebesar 12 miliar rupiah, yang dialokasikan khusus untuk sektor pertanian.

Sebanyak 300 hektar lahan pertanian di Kecamatan Sirambang telah diidentifikasi sebagai zona prioritas penanaman kelapa dan pinang.

Data terbaru menunjukkan penurunan produksi kelapa di Sumatra Barat selama lima tahun terakhir, memicu kebutuhan revitalisasi kebun kelapa.

Peningkatan produksi pinang juga diharapkan mendukung industri kerajinan lokal yang mengandalkan biji pinang sebagai bahan baku.

Para pelaku usaha kecil di daerah tersebut menyambut baik program ini, mengingat potensi pasar yang masih terbuka luas.

Menteri Pertanian menilai program ini sejalan dengan kebijakan nasional untuk meningkatkan produksi komoditas perkebunan dalam negeri.

Target pemerintah adalah mencapai produksi kelapa sebesar 1,5 juta ton pada tahun 2030, dengan kontribusi signifikan dari Sumatra Barat.

Sementara itu, produksi pinang diharapkan meningkat 30 persen dalam lima tahun ke depan, mengurangi ketergantungan pada impor.

Para ahli agronomi menekankan pentingnya rotasi tanam antara kelapa dan pinang untuk menjaga kesuburan tanah.

Mekanisme pengawasan lapangan akan melibatkan tim teknis dari dinas pertanian dan lembaga swadaya masyarakat setempat.

Setiap tiga bulan, tim akan melakukan inspeksi untuk memastikan bibit tumbuh optimal dan tidak terjadi penyalahgunaan.

Jika berhasil, model distribusi ini dapat direplikasi di kabupaten lain yang memiliki potensi lahan serupa.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pariaman menutup acara dengan harapan warga dapat memanfaatkan bibit untuk meningkatkan kesejahteraan.

Program ini juga diharapkan menstimulasi pertumbuhan ekonomi daerah melalui penciptaan lapangan kerja di sektor pertanian.

Dengan dukungan pemerintah, petani, dan lembaga terkait, harapan besar ditempatkan pada peningkatan produksi kelapa dan pinang sebagai langkah strategis menuju ketahanan pangan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.