Media Kampung – 05 April 2026 | Jenazah Kopda Farizal Rhomadhon, prajurit Kopda yang gugur dalam misi PBB, tiba di rumah duka di Kulon Progo pada Jumat sore. Kedatangan tersebut memicu tangisan haru keluarga dan warga setempat.

Keluarga almarhum, yang terdiri atas istri dan dua anak, menyambut jenazah dengan doa bersama. Mereka mengungkapkan rasa sakit sekaligus kebanggaan atas pengorbanan sang ayah.

Warga sekitar rumah duka juga berkumpul untuk memberikan dukungan moral. Beberapa warga menyalakan lampu dupa dan melantunkan doa untuk mendoakan arwah.

Acara tahlilan dimulai tak lama setelah kedatangan jenazah. Para tokoh agama setempat memimpin bacaan Al‑Qur’an dan doa bersama.

Seorang tetangga menjelaskan, “Kami semua merasa kehilangan, tapi kami juga menghargai jasa Pak Farizal yang mengabdi untuk bangsa.” Ia menambahkan, “Semoga keluarganya diberikan kekuatan.”

Pihak militer mengirimkan petugas untuk mengatur prosesi. Mereka memastikan proses pemakaman berjalan tertib dan sesuai protokol.

Jalan masuk ke rumah duka dipadati kendaraan keluarga dan sahabat dekat. Semua tampak tenang namun penuh duka.

Dalam pernyataannya, jenderal militer menegaskan, “Pengorbanan Kopda Farizal adalah contoh nyata dedikasi prajurit Indonesia di medan internasional.”

Media lokal melaporkan bahwa Farizal merupakan anggota unit khusus yang berpartisipasi dalam misi penjagaan perdamaian sejak 2021. Ia pernah ditugaskan di beberapa negara konflik.

Keluarga Farizal menyatakan, “Kami bangga dengan apa yang telah ia lakukan, meski harus berpisah lebih awal.” Mereka berharap masyarakat mengingatnya sebagai pahlawan.

Upacara pemakaman dijadwalkan akan berlangsung besok pagi di pemakaman militer setempat. Semua pihak diundang untuk memberikan penghormatan terakhir.

Para pejabat daerah menyampaikan belasungkawa resmi melalui kanal resmi pemerintah. Mereka menegaskan komitmen terus mendukung keluarga prajurit yang berkorban.

Situasi emosional di rumah duka tetap terjaga hingga malam. Warga setempat menutup mata sejenak, menghormati jasa sang prajurit.

Ke depan, komunitas Kulon Progo berencana mengadakan kegiatan sosial sebagai penghormatan terhadap almarhum. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menginspirasi generasi muda.

Dengan selesainya prosesi, harapan keluarga Farizal tetap kuat untuk melanjutkan hidup dengan kenangan akan pengabdian sang ayah. Mereka berterima kasih atas dukungan seluruh lapisan masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.